Bupati Bogor: Pembangunan Daerah Harus Berangkat dari Kebutuhan Desa
- 06 Okt 2026 23:32 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan pembangunan daerah harus dimulai dari kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Menurutnya, program pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dari pemerintah, tetapi perlu melibatkan pemerintah desa dan masyarakat sesuai karakter wilayah.
Hal itu disampaikan Rudy saat menghadiri pemaparan dan wawancara calon juara penjaringan desa dan kelurahan berprestasi tingkat nasional 2026 di Aula Desa Gunung Putri, Selasa, 6 Oktober 2026. Ia menilai pembangunan yang berangkat dari kebutuhan warga akan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung.
“Program-program yang harus dibangun adalah program-program yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Program tersebut harus berangkat dari desa,” ujar Rudy.
Rudy mengatakan Pemkab Bogor memperkuat pembangunan desa melalui dukungan anggaran dan kebijakan. Pada 2026, pemerintah daerah telah merealisasikan bantuan keuangan infrastruktur sebesar Rp1,5 miliar untuk setiap desa, di luar Dana Desa dan Bantuan Keuangan untuk Infrastruktur Desa atau BHPRD.
Menurut Rudy, sejumlah inovasi Desa Gunung Putri dapat menjadi contoh yang diterapkan di wilayah lain. Program yang dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan didorong untuk diterapkan di desa dan kelurahan lain di Kabupaten Bogor.
“Program-program yang ada di Desa Gunung Putri akan kami duplikasi menjadi program di 416 desa dan 19 kelurahan se-Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengatakan pemerintah desa mengembangkan konsep Smart Village melalui digitalisasi pemerintahan, transaksi keuangan nontunai, dan pengembangan Data Desa Presisi bersama IPB University. Penguatan ekonomi juga dilakukan melalui pengembangan potensi wilayah dan kolaborasi dengan BUMDes, koperasi, pelaku UMKM, serta Gunung Putri Network.
Daman menyebut pengembangan ekonomi tersebut telah mendorong 17 UMKM naik kelas dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa atau PADes dari Rp15 juta pada 2021 menjadi Rp200 juta pada 2026. Desa juga mengembangkan berbagai inovasi di bidang keamanan, kebencanaan, lingkungan, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Pembangunan jangan hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi bagaimana pembangunan itu bisa menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Daman Huri.
Desa Gunung Putri terpilih sebagai pinunjul katilu atau desa terbaik ketiga di Jawa Barat dan mewakili Jawa Barat dalam penilaian Desa/Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026. Hasil penilaian tingkat nasional dijadwalkan diumumkan pada akhir Oktober 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....