Wajib Belajar Prasekolah jadi Fokus Pendidikan Anak di Kota Bogor
- 06 Okt 2026 12:27 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Pelaksanaan wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah di Kota Bogor diperkuat melalui sosialisasi kepada para pemangku kepentingan pendidikan.
- Bunda PAUD Kota Bogor Yantie Rachim mengatakan pemahaman bersama mengenai pendidikan prasekolah diperlukan untuk mendukung kebijakan wajib belajar 13 tahun yang dicanangkan pemerintah.
RRI.CO.ID, Bogor - Pelaksanaan wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah di Kota Bogor diperkuat melalui sosialisasi kepada para pemangku kepentingan pendidikan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memperluas akses dan partisipasi anak dalam memperoleh layanan pendidikan anak usia dini.
Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim mengatakan pemahaman bersama mengenai pendidikan prasekolah diperlukan untuk mendukung kebijakan wajib belajar 13 tahun yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, penguatan PAUD menjadi bagian penting dalam menyiapkan dasar perkembangan anak sebelum memasuki pendidikan dasar.
“Sosialisasi ini menjadi salah satu ikhtiar kita untuk menguatkan pemahaman bersama mengenai peran PAUD di Kota Bogor dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya wajib belajar 13 tahun,” ujar Yantie Rachim di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Kota Bogor, Senin, 5 Oktober 2026.
Sosialisasi yang berlangsung selama dua hari, 5-6 Oktober 2026, diikuti 200 peserta yang terdiri atas guru dan komite PAUD dari enam kecamatan. Peserta hari pertama berasal dari Bogor Tengah, Bogor Selatan, dan Bogor Timur, sedangkan hari kedua melibatkan peserta dari Tanah Sareal, Bogor Utara, dan Bogor Barat.
Yantie menekankan proses pendidikan anak usia empat hingga enam tahun harus disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembangnya. Ia mengingatkan orang tua dan pendidik agar tidak memberikan beban akademik secara berlebihan ketika kemampuan kognitif anak belum siap menerima pembelajaran.
“Sebagai orang tua kita harus tahu perkembangan anak di usia 4-6 tahun, begitu juga saat usia 7 tahun dan seterusnya. Jangan biarkan belajar calistung di saat kognitif anak belum cukup untuk menerimanya, karena akan menjadi beban akademis untuk anak-anak kalau dipaksakan,” kata Yantie.
Menurut Yantie, pendidikan anak usia dini harus menjadi fondasi yang memberikan ruang bagi anak untuk bermain, berkembang, dan memperoleh stimulasi sesuai usianya. Ia berharap guru dan komite PAUD dapat menjadi penghubung informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran orang tua melalui kampanye “Ayo Sekolah ke PAUD”.
“Kerja sama antara orang tua, guru, dan sekolah mutlak dibutuhkan,” ujar Yantie.
Ia juga mengajak seluruh pihak mendampingi anak dengan memberikan stimulasi yang sesuai agar tumbuh kembang mereka berlangsung secara optimal dan tidak dipaksakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....