BMKG Ingatkan Hujan Berulang Bisa Tingkatkan Risiko Bencana di Bogor

  • 06 Okt 2026 22:39 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Masyarakat Kota Bogor diminta tidak hanya memperhatikan derasnya hujan yang turun dalam satu waktu, tetapi juga kondisi cuaca dalam beberapa hari sebelumnya. Hujan yang terjadi berulang dapat membuat tanah semakin jenuh sehingga ketika kembali diguyur hujan deras, risiko limpasan permukaan dan longsor dapat meningkat, terutama di wilayah yang memiliki kondisi lingkungan rentan.

Forecaster atau Prakirawan BMKG, Mirnawati Zulaikha, menjelaskan tanah yang telah menerima hujan beberapa kali akan memiliki kandungan air lebih tinggi. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena kemampuan tanah dalam menampung air dapat berkurang ketika hujan deras kembali terjadi.

“Misalnya apabila satu wilayah sudah menerima hujan beberapa kali atau dalam beberapa hari, walaupun misalnya hujannya cuma sebentar-sebentar, tapi dia sudah menerima hujan beberapa hari. Nah, itu tuh bisa membuat tanah menjadi lebih jenuh,” kata Mirnawati dalam Dialog Asta Cita Bogor Pagi Ini, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurut Mirnawati, kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai di wilayah yang memiliki lereng atau kondisi lingkungan yang rentan terhadap pergerakan tanah. Hujan dengan intensitas tinggi setelah periode hujan berulang dapat meningkatkan risiko limpasan permukaan dan longsor.

Selain longsor, hujan berintensitas tinggi juga dapat meningkatkan potensi genangan dan banjir lokal. Sementara hujan yang disertai angin kencang atau petir juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko pohon tumbang maupun gangguan lainnya.

“Artinya kandungan airnya banyak yang tertampung di tanah, sehingga ketika kembali terjadi hujan yang deras, nah potensi limpasan permukaan ataupun biasa kita sebut longsor itu dapat meningkat, Pak. Karena itu masyarakat tuh enggak cuma harus melihat, ‘Oh hari ini hujan deras banget atau enggak’, tapi bisa juga memperhatikan peringatan dini cuaca untuk beberapa hari terakhir,” ujarnya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca, terutama ketika hujan diprakirakan terjadi secara berturut-turut. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menyesuaikan aktivitas dan mengantisipasi kondisi lingkungan yang berpotensi terdampak.

Mirnawati mengimbau masyarakat tetap waspada tanpa panik ketika menghadapi hujan berintensitas tinggi. Warga juga diminta menghindari lokasi yang berpotensi longsor atau tergenang serta tidak berteduh di bawah pohon ketika hujan disertai angin kencang atau petir.

“Kesiapsiagaan masyarakat itu menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi itu sendiri. Jadi masyarakat diharapkan tetap memantau informasi dan peringatan dini BMKG sebelum beraktivitas,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....