Saluran Drainase Pasar Cisarua Puncak Bogor Dipenuhi Sampah
- 29 Sep 2026 21:06 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Pascapenertiban lebih dari 70 bangunan liar di kawasan Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 22 September 2026, ditemukan sejumlah persoalan lain di sekitar lokasi. Salah satunya tumpukan sampah yang memenuhi saluran drainase di depan gerbang masuk Pasar Cisarua.
Petugas pengangkut sampah dari UPT Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wilayah III Ciawi kemudian diterjunkan untuk membersihkan sampah yang menyumbat saluran drainase. Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan di sekitar pasar saat hujan turun.
Sebanyak 15 truk pengangkut sampah disiagakan untuk mengangkut tumpukan sampah dan material yang berada di sepanjang saluran drainase. Pembersihan dilakukan bersamaan dengan perapihan saluran setelah bangunan yang berdiri di atas area tersebut ditertibkan.
Kepala UPT DPU Jalan dan Jembatan Wilayah II Ciawi, Heru Haerudin, mengatakan pihaknya telah melakukan perapihan pada saluran sepanjang sekitar 100 meter. “100 meter itu tertutup bangunan sehingga kami hanya melakukan pengerjaan perapihan pascapenertiban. Jadi, genangan di musim hujan masuk ke badan ruas jalan utama karena saluran drainase tertutup bangunan ini,” ujar Heru.
Menurut Heru, kondisi saluran drainase dan gorong-gorong sebelumnya dipenuhi sampah serta material yang menghambat aliran air. Ia mengatakan sejumlah penghuni bangunan yang sebelumnya berdiri di kawasan tersebut menjadikan saluran drainase sebagai tempat pembuangan limbah dan sampah selama beroperasi.
Kepala UPT DLH Wilayah III Ciawi, Hendri, mengatakan sekitar 15 armada dikerahkan dalam proses penertiban, pembersihan, dan perapihan saluran drainase. Armada tersebut digunakan untuk mengangkut sampah yang menumpuk di sekitar saluran.
“Sudah kita tangani kita angkut sampahnya, tinggal perapihan dan pemeliharaan saluran tidak lagi dipenuhi sampah,” tambah Hendri.
Pembersihan saluran drainase di kawasan Pasar Cisarua dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan setelah penertiban bangunan liar. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menjaga fungsi saluran agar aliran air tidak kembali terhambat oleh tumpukan sampah maupun material lainnya.
Penataan drainase menjadi perhatian menjelang musim hujan karena saluran yang tidak berfungsi optimal dapat menyebabkan air meluap ke ruas jalan. Pemerintah daerah bersama petugas terkait diharapkan dapat melanjutkan pemeliharaan saluran agar kondisinya tetap bersih dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....