KH. Tb. Agus Fauzan Wafat, Tinggalkan Jejak bagi NU Bogor

  • 21 Sep 2026 20:30 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • KH. Tb. Agus Fauzan, kiai yang dikenal sebagai sosok teduh dan pengayom, wafat pada Sabtu, 19 September 2026 pukul 01.30 WIB.
  • Rommy Prasetya, yang pernah menjabat Sekretaris GP Ansor Kota Bogor, mengenang pertemuan pertamanya dengan KH. Tb. Agus Fauzan pada 2006 ketika berziarah ke makam Mama Falak Pagentongan.

PRRI.CO.ID, Bogor - KH. Tb. Agus Fauzan, kiai yang dikenal sebagai sosok teduh dan pengayom, wafat pada Sabtu, 19 September 2026 pukul 01.30 WIB. Kepergian almarhum meninggalkan duka bagi keluarga, santri, serta kader Nahdlatul Ulama yang selama ini mendapatkan nasihat dan bimbingannya.

Rommy Prasetya, yang pernah menjabat Sekretaris GP Ansor Kota Bogor, mengenang pertemuan pertamanya dengan KH. Tb. Agus Fauzan pada 2006 ketika berziarah ke makam Mama Falak Pagentongan.

“Almarhum merupakan sosok yang tenang, menyejukkan, dan memiliki kharisma dalam membimbing orang-orang di sekitarnya," ujarnya Senin 21 September 2026.

Kedekatan keduanya semakin terjalin ketika Rommy aktif di GP Ansor Kota Bogor pada 2009. Dalam sejumlah pertemuan, KH. Tb. Agus Fauzan banyak menceritakan kiprah Abah Falak sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan NU di Bogor serta harapan agar kader muda dapat meneruskan kepemimpinan NU. Rommy juga mengenang keterlibatan KH. Tb. Agus Fauzan dalam proses pengusulan nama Mama Falak menjadi nama jalan di Kota Bogor.

“Jangan jauh dari kiai dan pesantren,” kata KH. Tb. Agus Fauzan yang kemudian menjadi salah satu pesan yang terus diingat Rommy dan para kader GP Ansor.

Pesan tersebut sejalan dengan perhatian almarhum terhadap kaderisasi generasi muda NU melalui pesantren dan kegiatan keagamaan. Pada 2016, GP Ansor Kota Bogor juga menjalankan kaderisasi di pesantren serta kegiatan sholawatan secara bergilir di sejumlah kecamatan.

Pada Haul Mama Falak ke-51 tahun 2023, Rommy mengusulkan agar Mama Falak diperjuangkan sebagai Pahlawan Nasional. KH. Tb. Agus Fauzan menyambut baik gagasan tersebut dan menyampaikan bahwa keluarga tidak mengejar gelar, tetapi akan menerima apabila negara memberikan pengakuan atas peran Mama Falak dalam perjuangan kemerdekaan.

Rommy mengatakan perjuangan tersebut kini menjadi tugas generasi yang ditinggalkan untuk diteruskan. Ia bersama Ubaidillah sebelumnya telah mengumpulkan berbagai literatur dan jejak sejarah Mama Falak, sehingga ikhtiar tersebut diharapkan dapat dilanjutkan sebagai bagian dari penghormatan terhadap jasa ulama dan sejarah NU di Bogor.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....