Ayep Zaki Soroti Empat Instrumen Penggerak Ekonomi Kota Sukabumi

  • 20 Sep 2026 16:49 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Sukabumi - Pemerintah Kota Sukabumi mendorong penguatan sejumlah sektor yang dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Wali Kota Sukabumi,Ayep Zaki menyoroti empat instrumen utama, yakni efektivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pertumbuhan konsumsi, investasi, serta devisa.

Pandangan tersebut disampaikan Ayep saat menerima Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Sukabumi Gifarry Shadira Putra bersama jajaran pengurus HIPMI periode 2026–2029, Sabtu, 19 September 2026. Pertemuan itu menjadi momentum untuk mempertemukan visi pemerintah daerah dengan kalangan pengusaha muda dalam mendorong perkembangan ekonomi Kota Sukabumi.

Ayep Zaki berharap pembangunan daerah dapat dilakukan secara beriringan dengan pertumbuhan dunia usaha. Salah satu peluang yang turut disinggung adalah pengembangan kawasan industri di Kota Sukabumi.

“Alhamdulillah hari ini bertemu dengan Ketua HIPMI bersama jajarannya. HIPMI memiliki visi dan misi yang sama dengan Pemkot Sukabumi, yaitu bagaimana kita akan membangun Kota Sukabumi dan mudah-mudahan membangun kawasan industri,” katanya.

Menurut Ayep, pembangunan daerah tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk pengusaha muda, diperlukan untuk memperkuat agenda pembangunan sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru.

Karena itu, kemudahan dalam pengembangan usaha serta dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang dapat berkembang secara bersama-sama. Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki turut memaparkan empat instrumen yang menurutnya perlu diperhatikan dalam mendorong kemajuan ekonomi Kota Sukabumi.

Instrumen pertama adalah efektivitas APBD sebagai bagian dari kebijakan fiskal pemerintah daerah. Selanjutnya, peningkatan konsumsi masyarakat, masuknya investasi ke daerah, serta devisa yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi.

“Untuk pembangunan daerah ini ada empat hal yang perlu diperhatikan. Satu, efektivitas APBD, kedua konsumsi terus naik, ketiga investasi masuk ke kota, keempat yaitu devisa. Itulah instrumen untuk memajukan Kota Sukabumi,” ujar Wali Kota Ayep Zaki.

Keempat aspek tersebut berkaitan dengan aktivitas ekonomi daerah. Data BPS Kota Sukabumi dalam publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut pengeluaran mencakup konsumsi akhir, investasi, serta ekspor dan impor sebagai komponen pembentuk perekonomian daerah.

Dari sisi dunia usaha, arah pembangunan ekonomi tersebut berkaitan dengan terciptanya lingkungan yang mendukung perkembangan kegiatan usaha. Pemerintah daerah memiliki peran melalui pengelolaan anggaran dan kebijakan, sedangkan sektor usaha dapat berkontribusi melalui investasi, produksi, perdagangan, dan penciptaan kegiatan ekonomi baru.

Dalam pertemuan itu, Ayep juga memberikan apresiasi kepada para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Kota Sukabumi. Menurutnya, kalangan muda memiliki potensi untuk ikut mengambil peran dalam mendorong perkembangan ekonomi daerah.

“Saya bangga dan senang dengan pemuda dan pemudi Kota Sukabumi yang tergabung di dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kota Sukabumi yang keren-keren,” kata Ayep.

Pertemuan antara Pemkot Sukabumi dan HIPMI tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha muda. Kesamaan visi yang dibangun diharapkan dapat menjadi pijakan untuk membahas peluang investasi, pengembangan usaha, serta potensi ekonomi daerah secara lebih terbuka dan terarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....