Balap Motor Klasik Meriahkan Sirkuit Sentul Bogor

  • 14 Sep 2026 10:43 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Sebanyak 150 peserta dari berbagai daerah ambil bagian dalam International Classic Bike Race 2026 yang digelar Bikers Brotherhood MC (BBMC) Indonesia di Sentul Internasional Karting Circuit, 12-13 September 2026.

Ajang tersebut tidak sekadar menjadi arena adu kecepatan. BBMC Indonesia menjadikan balapan motor klasik ini sebagai ruang untuk mempertemukan para penghobi sekaligus memperkuat persaudaraan antarkomunitas pemilik motor-motor lawas.

Ketua Steering Committee (SC) International Classic Bike Race 2026, Iqbal R. Siregar mengatakan, peserta datang dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Surabaya hingga sejumlah daerah lainnya. Bahkan, terdapat satu peserta yang datang dari Malaysia.

Menurutnya, balapan tersebut diikuti motor-motor klasik dari berbagai negara dan terbagi ke dalam 27 kelas. Di antaranya kelas motor klasik Eropa 2-tak dan 4-tak, Jepang 2-tak dan 4-tak, Amerika 4-tak, Vespa serta sejumlah kategori lainnya.

“Total sampai hari ini itu ada 150 peserta dari seluruh Indonesia. Ada dari Surabaya, Jakarta dan lainnya. Satu orang bahkan dari Malaysia,” kata Iqbal, Minggu 13 September 2026.

Ia menjelaskan, salah satu ciri khas ajang tersebut adalah kesempatan bagi pemilik motor vintage untuk membawa kendaraannya ke lintasan. Peserta berasal dari berbagai klub dengan jenis motor yang beragam, selama memenuhi kategori motor klasik yang telah ditentukan.

“Kami ini sebetulnya menggelar balap dari tahun 2000, tapi terakhir kami main di Sentul itu 2011. Berarti 15 tahun yang lalu. Jadi istilahnya kami sekarang 2026 ini seperti nostalgia tahun 2011,” ujarnya.

Selain menjadi ajang nostalgia, kompetisi ini juga menawarkan hadiah bagi para peserta. Panitia menyiapkan hadiah uang tunai dengan total puluhan juta rupiah serta satu unit motor klasik Eropa.

Ketua Organizing Committee (OC) International Classic Bike Race 2026, Bayu Pradana mengatakan, antusiasme terhadap balap motor klasik cukup tinggi. Sebelum kembali digelar di Sentul, BBMC Indonesia mengadakan ajang serupa pada 2024 di Brigif, Bandung. Menurutnya, balap motor klasik memiliki karakter berbeda dibandingkan kompetisi balap motor pada umumnya. Kendaraan yang digunakan memiliki nilai sejarah dan keunikan tersendiri sehingga aspek budaya dan kecintaan terhadap motor klasik tetap menjadi bagian penting dalam kegiatan.

“Ini balapan klasik, satu hobi yang luar biasa. Mereka juga ingin menyalurkan hasrat balap di sirkuit. Namun motor klasik ini antik, jadi kami juga melihatnya tidak balap seperti motor yang lain. Tapi inilah mewariskan budaya dari keklasikannya,” kata Bayu.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi agenda rutin yang mempertemukan klub-klub motor klasik dari berbagai daerah. Pertemuan itu tidak hanya dimanfaatkan untuk balapan, tetapi juga bertukar pengalaman, informasi hingga suku cadang kendaraan.

“Sehingga wadahnya selalu bertemu setiap tahun, saling bertukar pikiran, dan ya ada tukar sparepart. Ini jadi satu hobi yang luar biasa yang kami selalu ingin animonya tiap tahun berjalan,” jelasnya.

Pembina Dewan Adat BBMC Indonesia, Irjen Pol (Purn./Akt.) Dr. R.C. Gumay menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi para penghobi motor balap tua untuk menyalurkan kegemarannya di tempat yang aman dan terorganisir. BBMC Indonesia dalam pelaksanaannya menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI) serta pihak pengelola Sentul. Dukungan tersebut membuka peluang agar kegiatan balap motor klasik dapat digelar lebih rutin di lintasan.

“Nah kebetulan Ananda Mikola support besar, akhirnya kami diberikan suatu tempat dan supaya event ini dijadikan dua atau tiga kali setahun. Sehingga ini mewadahi semua kawan-kawan yang ada di Indonesia yang punya motor-motor klasik,” ungkap Gumay.

Ia menilai keberadaan lintasan menjadi penting karena para penghobi motor klasik dapat menyalurkan gairah balapnya tanpa harus dilakukan di jalan raya.

“Untuk meluapkan gairahnya balapan daripada di jalan, kami alirkan di sini. Kami akan terus bekerja sama dengan komunitas-komunitas yang ada di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pendiri BBMC Indonesia, Ramlan SS menilai International Classic Bike Race 2026 memiliki daya tarik tersendiri karena mengangkat motor-motor lawas ke arena balap. Menurutnya, variasi kendaraan yang turun ke lintasan juga membuat kompetisi tersebut menarik untuk disaksikan. Mulai dari motor yang memiliki performa tinggi hingga motor berkapasitas kecil sekitar 50 cc ikut ambil bagian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....