Sineas Bogor Ditargetkan Hasilkan 1 Film per Kecamatan dalm FKKB 2026

  • 13 Sep 2026 11:11 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Festival Film Kabupaten Bogor (FFKB) 2026 kembali digelar dengan membawa semangat baru. Bukan sekadar menjadi ajang lomba dan pemutaran film, festival ini diarahkan menjadi ruang bagi para sineas daerah untuk mengembangkan karya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor. FFKB 2026 kembali digelar dengan semangat membangun perfilman dan ekonomi kreatif Bogor.

Ketua Panitia FFKB 2026, TB Ule Sulaeman, mengatakan festival tersebut menjadi panggung bagi sineas Kabupaten Bogor yang tersebar di 40 kecamatan. Melalui FFKB 2026, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Bogor memiliki cerita, talenta, hingga potensi industri perfilman yang dapat dikembangkan dari daerah sendiri.

"Kami ingin membuktikan bahwa Kabupaten Bogor punya cerita, punya talenta, dan punya industri yang bisa kita bangun sendiri," ujar TB Ule Sulaeman , Sabtu, 12 September 2026.

FFKB 2026 mengusung tagline "From A Simple Story". Tagline tersebut dipilih karena festival ingin mengangkat cerita-cerita yang lahir dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bogor.

Menurut TB Ule, cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat justru dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam sebuah karya film. "Kita tidak perlu cerita yang ribet. Cerita sederhana tentang sawah, gunung, budaya, dan manusia Bogor, dan itu justru yang paling kuat. Dari situlah industri perfilman kita bisa tumbuh," jelasnya.

FFKB 2026 juga tidak hanya berfokus pada kompetisi dan pemutaran film. Panitia menyiapkan rangkaian kegiatan berupa workshop, monitoring lokasi, serta pembinaan yang ditujukan untuk membantu karya para sineas Bogor agar dapat berkembang dan naik kelas.

Bagi TB Ule, penguatan perfilman daerah juga berkaitan erat dengan pengembangan ekonomi kreatif. Ketika produksi film bergerak, berbagai pihak yang terlibat di dalamnya turut mendapatkan ruang untuk berkembang.

"Kalau filmnya hidup, kru-nya hidup, vendor-nya hidup, pariwisatanya juga hidup. Ini menjadi efek berganda," katanya.

Semangat tersebut kemudian dipadukan dengan falsafah Sunda "Mulih Ka Jati, Mulang Ka Asal" yang disebut menjadi benang merah FFKB 2026. Falsafah itu dimaknai sebagai upaya untuk kembali kepada jati diri. Karena itu, film yang dihasilkan diharapkan tetap memiliki akar kuat dari daerah asalnya.

"Kembali ke jati diri. Bikin film yang berakar di Bogor, untuk Bogor, dan dibanggakan oleh Bogor," tegasnya.

TB Ule memastikan panitia akan terus membuka ruang kreativitas dan kesempatan seluas-luasnya bagi sineas muda Kabupaten Bogor. Salah satu target yang ingin dicapai adalah lahirnya satu karya film dari setiap kecamatan. Dengan target tersebut, FFKB diharapkan tidak berhenti sebagai festival tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perfilman di Kabupaten Bogor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....