Keluarga Siaga Bencana Jadi Pondasi Ketangguhan Hadapi Ring of Fire

  • 10 Sep 2026 21:42 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Kesiapsiagaan bencana yang dimulai dari lingkungan keluarga dinilai menjadi langkah penting untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko kerugian materi.
  • Kesiapsiagaan keluarga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 yang menempatkan penanggulangan bencana sebagai tanggung jawab bersama.

RRI.CO.ID, Bogor - Kesiapsiagaan bencana yang dimulai dari lingkungan keluarga dinilai menjadi langkah penting untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko kerugian materi. Upaya tersebut menjadi pembahasan dalam Dialog Bincang Pagi RRI Bogor bertema “Keluarga Siaga Bencana, Bangsa Tangguh Hadapi Ring of Fire”, Kamis, 10 September 2026.

Dialog itu menghadirkan Kepala Pusat Kebencanaan IPB, Prof. Bambang Hero Saharjo dan Direktur Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo. Keduanya membahas pentingnya membangun kesiapsiagaan masyarakat dari unit terkecil, yakni keluarga.

Prof. Bambang Hero Saharjo mengatakan, Bogor dan sejumlah wilayah di Jawa Barat memiliki kerawanan terhadap berbagai jenis bencana. Kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire membuat masyarakat perlu memiliki pemahaman dan kesiapan menghadapi ancaman gempa, longsor, maupun banjir bandang.

"Mitigasi harus dimulai dari keluarga karena keluarga yang memiliki rencana dan pengetahuan akan lebih mampu menyelamatkan diri saat terjadi bencana," ujarnya.

Menurut Prof. Bambang, kesiapsiagaan tidak cukup hanya mengandalkan respons pemerintah ketika bencana telah terjadi. Setiap anggota keluarga perlu memahami potensi ancaman di lingkungannya serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan dalam situasi darurat.

Sementara itu, Direktur Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo menjelaskan, penguatan Keluarga Siaga Bencana menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan masyarakat. Program tersebut menekankan kesiapan kebutuhan dasar, termasuk tas siaga, penyimpanan dokumen penting, penentuan titik kumpul, serta pemahaman jalur evakuasi.

"Kesiapsiagaan harus bisa diterapkan di tingkat rumah tangga dan tidak berhenti hanya sebagai kebijakan di atas kertas. Karena itu, sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sangat diperlukan," kata Agus.

Ia menambahkan, keluarga dapat memulai kesiapsiagaan dengan mengenali jenis bencana di sekitar tempat tinggal, menyusun rencana darurat, dan melakukan simulasi secara berkala. Pembagian peran antara orang tua, anak, dan lansia juga diperlukan agar setiap anggota keluarga mengetahui tugas dan langkah penyelamatan ketika keadaan darurat terjadi.

Kesiapsiagaan keluarga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 yang menempatkan penanggulangan bencana sebagai tanggung jawab bersama. Melalui prinsip mengenali ancaman, mengurangi risiko, dan selalu siaga, keluarga diharapkan menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa yang lebih tangguh menghadapi ancaman bencana di kawasan Ring of Fire.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....