BMKG Pastikan Dentuman TengahMalam di Bandung Raya Bukan Gempa
- 05 Sep 2026 19:57 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Warga Bandung Raya, Jawa Barat, dikejutkan oleh suara dentuman yang terdengar dari arah langit pada Sabtu dini hari, 5 September 2026. Suara tersebut dilaporkan terdengar dalam rentang waktu sekitar pukul 00.30 hingga 05.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah parameter. Pemeriksaan mencakup aktivitas kegempaan, petir, kondisi cuaca, hingga medan magnet bumi.
Hasil pemantauan sementara menunjukkan suara dentuman tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas gempa bumi di wilayah Bandung Raya. Data monitoring kegempaan BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas seismik di Bandung dan sekitarnya pada waktu suara dilaporkan terdengar.
Meski demikian, BMKG menemukan adanya anomali yang terekam pada seismogram di wilayah Pulau Sibesi. Anomali tersebut tercatat masing-masing pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB.
Anomali yang terekam tersebut masih memerlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik dan sumbernya. BMKG juga masih menelusuri kemungkinan adanya hubungan antara anomali tersebut dengan suara dentuman yang dilaporkan oleh masyarakat Bandung Raya.
Selain aktivitas kegempaan, BMKG turut memeriksa kondisi cuaca dan aktivitas petir di wilayah Jawa Barat. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi cuaca di Bandung Raya relatif cerah pada periode ketika suara dentuman dilaporkan terdengar.
Pada saat kejadian, arah angin di wilayah tersebut terpantau bergerak dari timur menuju barat. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang turut diperhitungkan BMKG dalam menelusuri kemungkinan sumber suara.
Pemantauan BMKG juga menemukan adanya pembentukan awan vulkanik di sekitar Gunung Anak Krakatau. Di sisi lain, Lightning Detector BMKG memang mencatat aktivitas petir di Bandung dan sekitarnya, tetapi intensitasnya relatif rendah dan tidak menunjukkan aktivitas yang signifikan.
Aktivitas petir yang lebih signifikan justru terpantau di sekitar Gunung Anak Krakatau pada periode yang berdekatan dengan waktu laporan suara dentuman di Bandung. BMKG juga mencatat adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dalam rentang waktu yang berdekatan dengan kejadian tersebut.
Meski terdapat aktivitas erupsi di Gunung Anak Krakatau, arah angin menjadi pertimbangan penting dalam analisis BMKG. Dengan angin yang bergerak dari timur ke barat saat aktivitas erupsi berlangsung, kemungkinan suara dentuman berasal dari Gunung Anak Krakatau dinilai sangat kecil.
BMKG hingga kini masih melakukan analisis terhadap berbagai data untuk memastikan sumber suara dentuman tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil kajian lebih lanjut disampaikan secara resmi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....