Kemarau Panjang, Damkar Ciawi Siaga 24 Jam Antisipasi Kebakaran
- 31 Agt 2026 17:11 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Kemarau panjang yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Kondisi ini semakin berisiko karena masih ada sebagian masyarakat yang memusnahkan sampah rumah tangga dengan cara dibakar.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Sektor Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciawi, Kabupaten Bogor, meningkatkan kesiapsiagaan selama 24 jam. Petugas tidak hanya bersiaga menghadapi potensi kebakaran, tetapi juga melakukan berbagai upaya penyelamatan dan membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Komandan Sektor Damkar Ciawi, Nendri, mengatakan tugas petugas selama musim kemarau tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran. Petugas juga disibukkan dengan kegiatan penyemprotan air ke sejumlah ruas jalan yang berdebu serta membantu memasok kebutuhan air bersih bagi warga yang mengalami kekeringan.
"Di musim kemarau panjang ini tentunya kami ingatkan kembali agar masyarakat menghindari potensi pembakaran sampah dan kegiatan lainnya yang bisa memicu kebakaran. Damkar Ciawi akan merespons dengan cepat jika terjadi kebakaran di wilayah," ujar Nendri, Senin, 31 Agustus 2026.
Sektor Damkar Ciawi saat ini membawahi enam wilayah pelayanan, yakni Kecamatan Ciawi, Megamendung, Cisarua, Caringin, Cigombong, dan Cijeruk. Masyarakat di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan api di tengah kondisi cuaca yang kering.
Nendri menegaskan, pencegahan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi kebakaran agar tidak meluas dan menimbulkan kerugian harta benda, bahkan mengancam keselamatan jiwa. Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Plt. Camat Ciawi, Denny Kuswara, mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan maupun membakar sampah selama musim kemarau, baik pada siang maupun malam hari. Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan serta mewaspadai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Saat musim hujan datang, sampah yang dibuang sembarangan dapat terbawa ke saluran air dan menyebabkan penyumbatan. Sampah yang menumpuk di saluran air juga dapat menghambat aliran ketika hujan turun dan akhirnya menyebabkan banjir," kata Denny.
Denny juga mengajak masyarakat membangun kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan mulai dari hal-hal sederhana. Masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan dan menghindari pembakaran sampah yang berpotensi memicu kebakaran.
Masyarakat di enam kecamatan yang menjadi wilayah pelayanan Damkar Ciawi diharapkan turut berperan aktif dalam mencegah kebakaran sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kewaspadaan dan kepedulian bersama, risiko kebakaran selama musim kemarau maupun banjir akibat sampah saat musim hujan dapat ditekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....