Rumah Dilan Perkuat Literasi dan UMKM Keluarga Bogor
- 28 Agt 2026 14:19 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Rumah Pendidikan dan Keterampilan (Rumah Dilan) hadir di Kampung Mandiri Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui penguatan pendidikan dan ekonomi keluarga.
- Melalui Rumah Dilan, TP PKK Kota Bogor mendorong masyarakat untuk tidak hanya memperoleh manfaat dari kegiatan pendidikan dan literasi, tetapi juga mengembangkan kemampuan ekonomi secara berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Bogor - Rumah Pendidikan dan Keterampilan (Rumah Dilan) hadir di Kampung Mandiri Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui penguatan pendidikan dan ekonomi keluarga. Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi) yang dikembangkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor.
Rumah Dilan dibangun melalui kolaborasi TP PKK dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan dengan melibatkan kader sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Program ini diarahkan untuk memperkuat literasi keluarga, pengembangan keterampilan, ekonomi produktif, serta kemandirian usaha masyarakat.
Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, turun langsung melihat pelaksanaan Gelari Pelangi di Rumah Dilan Kampung Mandiri Bantarjati, Kamis, 27 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, Yantie menyusuri permukiman warga untuk melakukan pembinaan keluarga balita, melihat aktivitas Koperasi Pelaku Usaha Lokal Bantarjati atau Kopaja, serta mengunjungi PAUD dan pojok baca.
Menurut Yantie, keberadaan Rumah Dilan merupakan hasil kerja bersama antara TP PKK, pemerintah daerah, kader, dan masyarakat di wilayah. Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat dikembangkan sehingga setiap kelurahan memiliki Kampung Mandiri yang memberikan manfaat langsung bagi keluarga.
“Melalui kolaborasi, sinergi, dan gerak bersama ini mudah-mudahan bisa berdampak manfaat dan harapan di setiap kelurahan juga bisa memiliki kampung mandiri,” ujar Yantie Rachim.
Ia menilai penguatan kader di tingkat wilayah penting agar kondisi keluarga dapat diketahui mulai dari lingkungan terkecil hingga menjadi bahan pemetaan program di tingkat kota.
Salah satu bentuk pemberdayaan perempuan terlihat melalui kelompok Pawang Gajah atau Perempuan Pengupas Bawang, Keluarga Sejahtera di RW 10 Bantarjati. Kelompok perempuan tersebut telah menjalankan aktivitas mengupas bawang selama sekitar lima hingga sepuluh tahun sebagai salah satu sumber penghasilan untuk membantu perekonomian keluarga.
“Nah, jadi di sini memang sudah lama berjalan kampung pengupas bawang ya, kemudian dalam pemberdayaan juga diberikan penguatan peran perempuan di tengah-tengah kelurahan,” ungkap Yantie.
Selain memberikan penguatan kepada kelompok perempuan, Pemkot Bogor juga menyalurkan bantuan peralatan kerja bagi pengupas bawang yang belum memiliki perlengkapan memadai.
Penguatan ekonomi keluarga juga dilakukan melalui kunjungan ke tempat produksi Basreng Viki Grup yang menjadi salah satu lokasi pemberdayaan perempuan.
“Saya mendukung penuh program ini, program yang sangat keren untuk menguatkan ekonomi keluarga lewat UMKM, meningkatkan keterampilan warga lewat pelatihan dan membangun ketahanan keluarga menuju kesejahteraan,” kata Yantie.
Melalui Rumah Dilan, TP PKK Kota Bogor mendorong masyarakat untuk tidak hanya memperoleh manfaat dari kegiatan pendidikan dan literasi, tetapi juga mengembangkan kemampuan ekonomi secara berkelanjutan. Semangat tersebut dirangkum dalam tagline Bersinergi, Berinovasi, Berdaya, Mandiri, Sejahtera sebagai upaya membangun keluarga yang lebih kuat dari tingkat kelurahan hingga Kota Bogor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....