Pencarian SAR Berakhir, Polisi Cari Jejak ASN Bayu Zulkarnain

  • 20 Agt 2026 16:37 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Keberadaan Bayu Zulkarnain, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor yang sebelumnya diduga hanyut di Sungai Cisadane, masih belum diketahui hingga Kamis 20 Agustus 2026.
  • Bayu sebelumnya dilaporkan hilang pada Kamis 13 Agustus 2026 sekitar pukul 19.00 WIB setelah diduga terjatuh saat melintas di kawasan jembatan Cipaku, Bogor Selatan, dalam perjalanan pulang kerja.

RRI.CO.ID, Bogor — Keberadaan Bayu Zulkarnain, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor yang sebelumnya diduga hanyut di Sungai Cisadane, masih belum diketahui hingga Kamis 20 Agustus 2026. Setelah pencarian tim SAR berlangsung selama tujuh hari tanpa menemukan korban, kepolisian kini memfokuskan penelusuran untuk membuka kemungkinan lain terkait hilangnya Bayu.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan pencarian melalui operasi SAR telah dilakukan secara maksimal selama tujuh hari dengan berbagai metode penyisiran.

“Pencarian sudah maksimal selama tujuh hari, tetapi memang belum ada tanda-tanda ditemukannya ASN tersebut,” ujar Dedie.

Dedie menjelaskan setelah operasi SAR dihentikan, Pemkot Bogor menyerahkan penelusuran keberadaan Bayu kepada kepolisian.

“Saat ini kami menyerahkan kepada kepolisian untuk bisa mencari keberadaan Bayu karena ada sejumlah kemungkinan terkait keberadaannya,” katanya.

Pemkot Bogor juga telah menyebarkan informasi orang hilang melalui selebaran untuk memperluas pencarian dengan melibatkan masyarakat. Dedie mengimbau warga yang mengetahui jejak atau keberadaan Bayu agar segera menyampaikan informasi kepada aparat kepolisian sehingga dapat ditindaklanjuti.

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Ihin Solihin, mengatakan kepolisian masih melakukan investigasi dengan mengumpulkan data dan fakta mengenai peristiwa tersebut secara menyeluruh.

“Kami masih melakukan pendalaman untuk mencari data dan fakta yang benar terkait keberadaan Bayu,” ujar Ihin.

Dalam proses penyelidikan, sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi turut diperiksa, termasuk laptop yang berada di dalam tas yang diduga milik Bayu. Ihin menyebut keterangan keluarga menunjukkan laptop tersebut diduga bukan milik korban karena berbeda dengan perangkat yang biasa digunakan, sedangkan telepon seluler Bayu hingga kini juga belum ditemukan.

Bayu sebelumnya dilaporkan hilang pada Kamis 13 Agustus 2026 sekitar pukul 19.00 WIB setelah diduga terjatuh saat melintas di kawasan jembatan Cipaku, Bogor Selatan, dalam perjalanan pulang kerja. Sepeda motor korban ditemukan di atas jembatan, sementara tas dan helm ditemukan di sekitar aliran sungai sehingga pencarian awal difokuskan pada dugaan korban hanyut di Sungai Cisadane.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....