Pencarian Hari Ketujuh Ditutup, ASN Pemkot Bogor Bayu Resmi Dinyatakan Hilang

  • 19 Agt 2026 18:55 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Operasi pencarian Bayu Zulkarnaen, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor yang diduga hanyut di Sungai Cisadane, dihentikan setelah memasuki hari ketujuh tanpa menemukan korban.
  • Penghentian operasi SAR tidak menghapus upaya pencarian informasi mengenai korban melalui jalur kepolisian dan pemantauan masyarakat.

RRI.CO.ID, Bogor — Operasi pencarian Bayu Zulkarnaen, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor yang diduga hanyut di Sungai Cisadane, dihentikan setelah memasuki hari ketujuh tanpa menemukan korban, Rabu 19 Agustus 2026. Tim gabungan sebelumnya telah melakukan penyisiran di sejumlah titik aliran sungai sejak korban dilaporkan hilang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan operasi pencarian resmi dihentikan setelah tujuh hari pelaksanaan sesuai prosedur pencarian dan pertolongan.

“Sampai dengan hari ketujuh ini belum ditemukan tanda-tanda maupun jejak jasad korban, sehingga operasi pencarian dihentikan,” ujar Dimas.

Meski operasi pencarian oleh tim gabungan dihentikan, perkembangan informasi mengenai keberadaan Bayu tetap menjadi perhatian aparat terkait. Sebelumnya, pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Cisadane dari lokasi yang diduga menjadi titik korban terjatuh hingga menuju kawasan Bendung Empang serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak di sepanjang aliran sungai.

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Ihin Solihin, mengatakan pihak kepolisian telah menetapkan Bayu sebagai orang dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah operasi pencarian bersama tidak membuahkan hasil.

“Saat ini korban sudah ditetapkan sebagai DPO, sehingga kami meminta masyarakat segera menyampaikan informasi apabila menemukan atau mengetahui keberadaan korban,” kata Ihin.

Ihin juga mengharapkan masyarakat di sekitar aliran Sungai Cisadane turut membantu memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan Bayu. Informasi dari warga dinilai penting untuk membantu kepolisian menindaklanjuti setiap kemungkinan setelah operasi pencarian resmi dihentikan.

Bayu sebelumnya dilaporkan diduga jatuh ke Sungai Cisadane saat berada di kawasan jembatan penghubung Cipaku-Pamoyanan, Kota Bogor. Dalam proses pencarian, sejumlah barang milik korban telah ditemukan di sekitar lokasi kejadian, namun keberadaan korban belum diketahui.

Penghentian operasi SAR tidak menghapus upaya pencarian informasi mengenai korban melalui jalur kepolisian dan pemantauan masyarakat. BPBD Kota Bogor bersama kepolisian berharap setiap informasi yang ditemukan warga dapat segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....