Memasuki Hari Ketujuh, Pencarian ASN Diarpus Kota Bogor di Cisadane Dilanjutkan

  • 19 Agt 2026 11:47 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Pencarian Bayu Zulkarnaen, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor yang diduga terjatuh ke Sungai Cisadane, memasuki hari ketujuh pada Rabu 19 Agustus 2026.
  • Pencarian tersebut menjadi upaya lanjutan setelah operasi SAR gabungan belum menemukan Bayu hingga hari keenam, sementara pelaksanaan pencarian memasuki batas tujuh hari sesuai prosedur operasi SAR.

RRI.CO.ID, Bogor — Pencarian Bayu Zulkarnaen, aparatur sipil negara (ASN) Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor yang diduga terjatuh ke Sungai Cisadane, memasuki hari ketujuh pada Rabu 19 Agustus 2026. Bayu yang berusia 36 tahun dan bertugas di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bogor diduga jatuh saat melintas di jembatan penghubung Cipaku-Pamoyanan pada Kamis,13 Agustus 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Dimas Tiko Prahadi Sasongko, mengatakan hingga hari keenam belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Bayu.

“Belum ditemukan, belum ada tanda-tanda keberadaan korban, teman-teman SAR hari ini masih melakukan upaya, masih proses pencarian,” ujar Dimas saat proses pencarian di Sungai Cisadane, Selasa 18 Agustus 2026.

Operasi pencarian dilakukan dengan mengerahkan tim SAR gabungan melalui penyisiran aliran sungai dan penyelaman di sejumlah titik. Sepeda motor milik Bayu ditemukan dalam kondisi tergeletak di atas jembatan, sedangkan helm dan tasnya dilaporkan ditemukan mengambang sekitar 100 meter dari lokasi yang diduga menjadi titik jatuh.

Memasuki hari ketujuh, area pencarian diarahkan menyusuri aliran Sungai Cisadane dari lokasi kejadian menuju kawasan Bendung Empang.

“Kami masih akan melakukan pencarian dengan menyusur aliran Sungai Cisadane dari mulai tempat kejadian sampai memasuki kawasan Bendung Empang,” kata Dimas.

Dimas menjelaskan penyisiran hingga Bendung Empang dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pencarian terhadap kemungkinan pergerakan korban mengikuti arus sungai. Jarak kawasan tersebut dari titik awal pencarian sekitar 4,5 kilometer, sementara tim juga tetap melakukan penyelaman di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik korban terjatuh.

Selain memperluas penyisiran, BPBD Kota Bogor terus berkoordinasi dengan unsur SAR dan pihak-pihak terkait di sejumlah wilayah yang berada di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Dimas mengatakan koordinasi lintas wilayah diperlukan untuk memperkuat pemantauan serta memperbesar peluang menemukan korban di bagian hilir sungai.

Pencarian tersebut menjadi upaya lanjutan setelah operasi SAR gabungan belum menemukan Bayu hingga hari keenam, sementara pelaksanaan pencarian memasuki batas tujuh hari sesuai prosedur operasi SAR.

“Kami akan terus memaksimalkan pencarian dan selanjutnya melakukan evaluasi sesuai perkembangan di lapangan,” tutup Dimas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....