PILAR Foundation Perluas Pemberdayaan Masyarakat di Bogor
- 19 Agt 2026 06:03 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – PILAR Foundation terus mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan menyasar langsung berbagai wilayah di Kabupaten Bogor. Sekretaris Umum PILAR Foundation, Elsa Mayori, mengatakan pendekatan dari akar rumput dilakukan agar program yang dijalankan dapat lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Elsa mengatakan PILAR Foundation yang baru terbentuk pada 2025 memiliki fokus pada tiga bidang utama, yaitu kepemimpinan, advokasi, dan kemandirian ekonomi. Ketiga bidang tersebut menjadi dasar bagi organisasi untuk mengembangkan kegiatan yang melibatkan generasi muda sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Kalau kita ini merupakan organisasi yang baru terbentuk tahun kemarin, 2025, dan fokus kita yaitu kepada kepemimpinan, terus advokasi, dan juga kemandirian ekonomi,” kata Elsa dalam dialog Bogor Pagi Ini edisi Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurut Elsa, struktur PILAR Foundation dibuat sederhana dengan hanya terdiri dari empat orang pengurus inti, sementara keterlibatan masyarakat dan generasi muda dibuka melalui program volunteer. Kesempatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan, tetapi juga terbuka bagi laki-laki yang memiliki keinginan untuk terlibat dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Ia mengatakan kegiatan pemberdayaan dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran program. Pendekatan tersebut membuat PILAR Foundation dapat menjangkau sejumlah wilayah, mulai dari Bogor Utara, Kemang, Tajurhalang, hingga Jonggol yang menjadi salah satu wilayah yang turut mendapatkan perhatian dalam kegiatan pemberdayaan.
“Jadi kita berangkat dari akar rumput, pemberdayaan kepada masyarakat di setiap kecamatan, dimulai dari Bogor Utara, Kemang, Tajurhalang, terus kita ke Jonggol, ke bagian timur yang memang jarang disentuh,” ujar Elsa.
Elsa mengatakan keterlibatan volunteer menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan kegiatan sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk belajar langsung di tengah masyarakat. Melalui keterlibatan tersebut, anak muda dapat mengembangkan pengalaman di bidang kepemimpinan, advokasi, maupun pemberdayaan ekonomi sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik terlibat dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat tanpa harus menunggu memiliki posisi tertentu. Menurutnya, kontribusi dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan mengandalkan kemampuan yang sudah dimiliki untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....