81 Tahun Indonesia Merdeka, KOHATI Bogor Soroti Kemerdekaan Perempuan

  • 19 Agt 2026 06:10 WIB
  •  Bogor

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠RRI.CO.ID, Bogor – Memasuki 81 tahun kemerdekaan Indonesia, perempuan dinilai masih menghadapi berbagai tantangan untuk mendapatkan kesempatan yang setara dalam menentukan pilihan dan menyampaikan gagasan. Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Bogor, Indah Ramadhani, menilai kemerdekaan perempuan tidak cukup dimaknai sebatas kebebasan secara formal, tetapi juga harus diwujudkan melalui kesempatan untuk mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan.

Indah mengatakan, perempuan muda saat ini masih dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari tuntutan standar sosial mengenai bagaimana perempuan seharusnya bersikap hingga tekanan untuk memenuhi standar kecantikan yang berkembang di media sosial. Selain itu, perempuan juga masih menghadapi persoalan kekerasan, termasuk kekerasan yang terjadi di ruang digital, sehingga kebebasan perempuan masih membutuhkan penguatan dalam berbagai aspek.

“Kalau kita berbicara terkait perspektif perempuan, apakah pada hari ini perempuan itu sudah boleh melakukan apa saja? Dan kita juga perlu melihat, apakah sebetulnya perempuan itu benar-benar memiliki kesempatan yang setara untuk menentukan pilihannya sendiri dan juga menyampaikan gagasannya,” kata Indah dalam dialog Bogor Pagi Ini edisi Selasa, 18 Agustus 2026.

Menurut Indah, tantangan kemerdekaan perempuan saat ini bukan lagi sekadar membuka pintu agar perempuan dapat masuk ke berbagai ruang, tetapi memastikan perempuan memiliki kapabilitas dan keberanian untuk mengambil peran setelah mendapatkan kesempatan tersebut. Perempuan juga perlu ditempatkan sebagai pihak yang memiliki kemampuan untuk menentukan arah perubahan, bukan hanya menjadi objek dalam proses pembangunan.

“Jadi sebetulnya tantangan kemerdekaan perempuan itu sekarang bukan lagi sekedar membuka pintunya aja nih Kak, tapi memastikan bahwasanya perempuan yang ada di dalamnya juga punya kapabilitas dan juga keberanian untuk masuk dan juga mengambil peran di balik hal tersebut,” ujar Indah.

Ia menilai organisasi dapat menjadi salah satu ruang bagi perempuan untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun keberanian dalam menyampaikan gagasan dan mengambil peran di tengah masyarakat. Melalui kegiatan organisasi, perempuan dapat memperoleh pengalaman dalam advokasi, pemberdayaan, maupun berbagai kegiatan sosial yang dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kapasitas diri.

“Perempuan-perempuan ini sebetulnya mereka sudah memiliki kapasitas dan kapasitasnya masing-masing, dan secara tidak langsung kapasitas itu perlu untuk diasah sehingga bisa menciptakan kualitas yang baik,” kata Indah.

Indah berharap perempuan muda terus belajar, membangun kemandirian, berani memimpin, dan tidak takut masuk ke ruang-ruang strategis agar kemampuan yang dimiliki tidak berhenti sebagai potensi pribadi. Menurutnya, keberanian yang berjalan bersama kapabilitas akan membuat perempuan mampu mengubah pengetahuan dan potensinya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat serta turut menentukan masa depan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....