DPRD Kota Bogor Nilai Pidato Prabowo Positif, namun Implementasi Harus Dikawal

  • 15 Agt 2026 14:05 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, H. Mochamad Zenal Abidin, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI memberikan arah yang cukup positif bagi pembangunan nasional.
  • Dari sisi pasar modal, Zenal menyikapi arah kebijakan pemerintah dengan optimistis namun tetap berhati-hati karena respons pasar tidak dapat menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.

RRI.CO.ID, Bogor — Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Mochamad Zenal Abidin, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pada Jumat 14 Agustus 2026, memberikan arah yang cukup positif bagi pembangunan nasional. Ia melihat sejumlah agenda yang disampaikan pemerintah berorientasi pada penguatan ketahanan pangan dan energi, peningkatan layanan dasar, pengendalian defisit, serta pertumbuhan ekonomi. Nama dan jabatannya saya sesuaikan dengan profil resmi DPRD Kota Bogor.

“Alhamdulillah, secara politik-ekonomi, pidato ini cukup positif sebagai arah pembangunan. Pemerintah terlihat ingin memperkuat ketahanan pangan dan energi, memperbesar layanan dasar, menekan defisit, dan mendorong pertumbuhan,” ujar Zenal Abidin.

Meski demikian, Zenal menilai sejumlah agenda pemerintah masih perlu dibuktikan melalui pelaksanaan yang terukur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak cukup hanya dilihat dari target dan rencana, tetapi dari kemampuan merealisasikan kebijakan secara konsisten.

“Saya menilai pemerintahan ini semakin positif apabila lima hal benar-benar terlihat, yakni harga kebutuhan pokok stabil, program gizi aman dan merata, proyek publik dapat diaudit, lapangan kerja formal bertambah, serta defisit dan utang tetap terkendali tanpa mengorbankan rakyat miskin,” katanya.

Zenal juga mengingatkan pemerintah agar pelaksanaan program pembangunan tetap mengedepankan transparansi dan pemerataan manfaat. Ia menilai potensi kebocoran anggaran, proyek yang hanya menguntungkan kelompok tertentu, maupun kebijakan fiskal yang berujung pada kenaikan harga dan berkurangnya layanan publik harus menjadi perhatian.

“Sebaliknya, penilaiannya menjadi negatif apabila program besar menghasilkan kebocoran anggaran, proyek hanya dinikmati kelompok tertentu, atau beban fiskal akhirnya dibayar melalui kenaikan harga dan pengurangan layanan publik,” tegasnya.

Dari sisi pasar modal, Zenal menyikapi arah kebijakan pemerintah dengan optimistis namun tetap berhati-hati karena respons pasar tidak dapat menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi. Ia mengatakan dirinya terus memantau perkembangan pasar saham dan menilai keputusan investasi perlu mempertimbangkan kondisi fundamental masing-masing perusahaan.

“Pasar memberikan respons awal yang baik, namun keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada laporan keuangan, utang, arus kas, valuasi, tata kelola emiten, dan IHSG,” tutup Zenal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....