Dinkes Kota Bogor Dorong Warga Periksa Kesehatan sebelum Jatuh Sakit

  • 11 Agt 2026 14:27 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Dinas Kesehatan Kota Bogor terus mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis atau CKG sebagai upaya mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Program tersebut menjadi bagian dari perubahan paradigma pelayanan kesehatan dari yang sebelumnya berorientasi pada pengobatan menjadi upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Erna Nuraena mengatakan masyarakat tidak perlu menunggu mengalami keluhan untuk mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

“Sekarang paradigmanya kita geser menjadi namanya paradigma sehat, bahwa orang itu mengakses layanan kesehatan tidak menunggu sakit,” kata dr. Erna dalam dialog Bogor Pagi Ini edisi Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut dr.Erna, CKG dapat diakses seluruh warga Kota Bogor dari berbagai kelompok usia dengan jenis pemeriksaan yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing kelompok. Pemeriksaan tersebut antara lain mencakup status gizi, kondisi kesehatan, deteksi sejumlah penyakit seperti kanker dan tuberkulosis, pemeriksaan perilaku merokok, hingga kesehatan jiwa.

Dinkes Kota Bogor juga memperluas akses CKG dengan tidak hanya mengandalkan pelayanan di Puskesmas maupun fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS. Masyarakat dapat mengintegrasikan kegiatan komunitas seperti arisan, reuni, maupun kegiatan lainnya dengan layanan CKG sehingga petugas kesehatan dapat datang langsung ke lokasi.

“Bahkan sekarang masyarakat tidak harus datang ke Puskesmas, kita yang datang, karena layanan jemput bola ini juga dapat kita lakukan di Posyandu, Sekolah, Kampus, Kantor, hingga ke komunitas. Hal ini merupakan sebuah strategi untuk mendekatkan pemeriksaan kesehatan kepada semua kalangan masyarakat,” ujar dr.Erna.

dr. Erna mengakui masih terdapat tantangan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, salah satunya anggapan bahwa fasilitas kesehatan hanya diperlukan ketika seseorang sudah sakit. Selain itu, sebagian warga juga khawatir menjalani pemeriksaan karena takut mengetahui adanya penyakit atau gangguan kesehatan dalam tubuhnya.

Untuk meningkatkan cakupan, Dinkes Kota Bogor menjalankan inovasi CKG SMART yang menyasar kelompok masyarakat berdasarkan usia serta kebutuhan pemeriksaan.

“Kami membuat inovasi CKG SMART namanya di Kota Bogor itu, kami berorientasi sasaran,” katanya.

dr. Erna menyebut upaya peningkatan CKG juga diperkuat dengan pembentukan Satgas CKG yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, wilayah, mitra, hingga fasilitas kesehatan. Tahun sebelumnya Kota Bogor mencapai 49 persen atau hampir 500 ribu penduduk yang telah mengikuti CKG dari target 36 persen, sedangkan pada tahun ini capaian per Juni telah mencapai 37 persen dari target 46 persen dan Dinkes optimistis cakupan pemeriksaan terus meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....