Kebun Raya Bogor Kembangkan Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman
- 11 Agt 2026 13:25 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Kebun Raya Bogor mengembangkan konsep wisata edukatif yang mengajak masyarakat mengenal tumbuhan melalui kegiatan praktik dan pengalaman langsung.
- Pengembangan kelas edukasi menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, keluarga, pelajar, mahasiswa hingga komunitas yang membutuhkan alternatif kegiatan pembelajaran di luar ruang kelas.
RRI.CO.ID, Bogor - Kebun Raya Bogor mengembangkan konsep wisata edukatif yang mengajak masyarakat mengenal tumbuhan melalui kegiatan praktik dan pengalaman langsung. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas fungsi kawasan konservasi sebagai ruang belajar yang dapat dinikmati masyarakat, Senin, 10 Agustus 2026.
Berbagai kelas edukasi ditawarkan dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti kompos, mencangkok tanaman buah, tabulampot, kokedama, nepenthes, terrarium, platycerium, kultur jaringan, oshibana hingga ecoprint. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mengikuti praktik dengan pendampingan fasilitator serta bahan dan perlengkapan yang telah disiapkan.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan masyarakat dengan alam melalui proses pembelajaran yang lebih interaktif.
“Kebun Raya bukan hanya tempat untuk melihat dan menikmati koleksi tumbuhan, di sini masyarakat juga dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan tumbuhan melalui berbagai aktivitas,” kata Zaenal.
Menurut Zaenal, pembelajaran melalui praktik membuat peserta dapat memahami proses yang berkaitan dengan tumbuhan secara lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Ketika seseorang terlibat langsung dalam sebuah proses, pengalaman belajarnya akan berbeda, karena itu kelas-kelas ini kami rancang agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mencoba dan menghasilkan sesuatu dari proses tersebut,” ujarnya.
Salah satu kelas yang menerapkan pendekatan tersebut adalah Oshibana, yaitu kegiatan membuat karya dengan memanfaatkan bunga dan dedaunan yang dikeringkan melalui teknik press. Aktivitas ini sekaligus melatih kreativitas, ketelitian, fokus, dan kesabaran peserta dalam menyusun material tumbuhan menjadi karya bernilai estetika.
Pengembangan kelas edukasi menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, keluarga, pelajar, mahasiswa hingga komunitas yang membutuhkan alternatif kegiatan pembelajaran di luar ruang kelas. Program tersebut diharapkan dapat membuat kunjungan ke kebun raya tidak berhenti pada kegiatan rekreasi, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai keanekaragaman hayati dan pentingnya konservasi.
Zaenal berharap pengunjung memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang dapat dibawa pulang setelah mengikuti berbagai aktivitas edukasi di Kebun Raya Bogor.
“Pada akhirnya, kami ingin masyarakat pulang dari Kebun Raya tidak hanya membawa foto atau hasil karya, tetapi juga membawa pengetahuan dan pengalaman baru tentang tumbuhan,” tutup Zaenal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....