Anak Muda Berperan Aktif Kawal Pemilu Bersih lewat Literasi Politik
- 06 Agt 2026 14:23 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Penguatan literasi politik dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam mengawal proses demokrasi yang bersih dan berintegritas.
- Dialog Dinamika RRI Bogor memaparkan bahwa kolaborasi antara edukasi politik, penegakan hukum, dan keterlibatan aktif generasi muda menjadi fondasi penting dalam menciptakan pemilu yang bersih dan berintegritas.
RRI.CO.ID, Bogor – Penguatan literasi politik dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam mengawal proses demokrasi yang bersih dan berintegritas. Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Dinamika RRI Bogor bertema "Anak Muda Bogor & Pemilu Bersih: Kenali Prosesnya, Awasi Pelanggaran" yang menghadirkan praktisi hukum Desta Lesmana dan tokoh muda Bogor Munjin Sulaeman sebagai narasumber, Kamis, 6 Agustus 2026.
Praktisi hukum Desta Lesmana menilai pemilih pemula perlu dibekali pemahaman mengenai aturan kepemiluan sejak dini agar mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Menurutnya, pendidikan politik di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi menjadi bekal penting untuk mencegah generasi muda terpengaruh hoaks maupun praktik politik uang.
"Literasi pemilu harus dimulai sejak di bangku sekolah dan kampus. Dengan memahami aturan, hak, dan kewajiban sebagai pemilih, anak muda akan lebih siap menjaga kualitas demokrasi," ujar Desta Lesmana.
Desta juga menekankan bahwa penegakan hukum terhadap pelanggaran pemilu harus terus diperkuat agar memberikan kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Ia menilai regulasi yang jelas serta integritas seluruh pihak menjadi faktor utama dalam mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.
Sementara itu, tokoh muda Bogor Munjin Sulaeman berpandangan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen pengawasan sekaligus penyebar edukasi politik di lingkungan sekitarnya. Menurutnya, keterlibatan anak muda tidak cukup hanya datang ke tempat pemungutan suara, tetapi juga memahami seluruh tahapan pemilu.
"Anak muda harus berani terlibat, memahami proses pemilu, dan ikut mengawasi apabila menemukan dugaan pelanggaran. Semakin banyak generasi muda yang peduli, semakin kuat kualitas demokrasi kita," kata Munjin Sulaeman.
Ia menambahkan pendekatan edukasi politik perlu disesuaikan dengan karakter generasi muda melalui media digital, diskusi publik, dan kegiatan yang lebih interaktif. Cara tersebut dinilai lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran politik sekaligus mendorong partisipasi pemilih pemula.
Dialog Dinamika RRI Bogor memaparkan bahwa kolaborasi antara edukasi politik, penegakan hukum, dan keterlibatan aktif generasi muda menjadi fondasi penting dalam menciptakan pemilu yang bersih dan berintegritas. Para narasumber berharap semakin banyak anak muda yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga berperan aktif mengawal proses demokrasi demi terwujudnya pemilu yang berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....