Muscab Hiswana Migas Bogor Perkuat Ketahanan Distribusi Energi
- 30 Jul 2026 00:16 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Musyawarah Cabang (Muscab) VII Hiswana Migas Bogor digelar di IPB International Convention Center (IICC) Kota Bogor sebagai forum konsolidasi pelaku usaha sektor energi.
- Musyawarah Cabang VII Hiswana Migas Bogor diharapkan menghasilkan rekomendasi yang mampu memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga ketahanan energi di wilayah Bogor.
RRI.CO.ID, Bogor - Musyawarah Cabang (Muscab) VII Hiswana Migas Bogor digelar di IPB International Convention Center (IICC) Kota Bogor sebagai forum konsolidasi pelaku usaha sektor energi. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pertamina, Pemerintah Kota Bogor, serta anggota Hiswana Migas untuk membahas strategi menjaga ketahanan pasokan energi.
Dalam forum tersebut, berbagai tantangan distribusi bahan bakar minyak dan LPG menjadi pembahasan utama di tengah dinamika geopolitik global. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap rantai pasok energi, mulai dari tingkat internasional hingga distribusi ke berbagai daerah di Indonesia.
Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Tiara Hariseosyanto, mengatakan fluktuasi harga sejumlah komoditas energi menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama. Menurutnya, Pertamina terus memperkuat sistem distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara merata dan berkelanjutan.
"Dinamika geopolitik global memang menjadi tantangan dalam proses distribusi bahan bakar, mulai dari tingkat internasional hingga ke pelosok daerah. Karena itu, Pertamina terus berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan distribusi energi secara menyeluruh dan berkelanjutan," ujar Tiara Hariseosyanto, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menambahkan, koordinasi dengan seluruh mitra, termasuk Hiswana Migas, terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan energi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bahan bakar tetap berjalan optimal meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, Pertamina, dan Hiswana Migas diperlukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi ketika situasi geopolitik dunia sedang menghadapi berbagai ketidakpastian.
"Saat kondisi geopolitik dunia tidak baik-baik saja, komunikasi dan koordinasi harus semakin diperkuat. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, Pertamina, dan Hiswana Migas, pelayanan distribusi energi kepada masyarakat dapat tetap berjalan dengan baik," kata Dedie Rachim.
Musyawarah Cabang VII Hiswana Migas Bogor diharapkan menghasilkan rekomendasi yang mampu memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga ketahanan energi di wilayah Bogor. Forum tersebut juga menjadi momentum untuk menyusun langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan distribusi bahan bakar yang andal, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....