Kebun Raya Bogor Jadi Tuan Rumah Seminar Lanskap Internasional

  • 28 Jul 2026 21:14 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Seminar Intenasional bertema landscape atau penataan lanskap berkelanjutan berlangsung di Kebun Raya Bogor dengan menghadirkan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Diana Kusumastuti, bersama akademisi, arsitek lanskap.
  • Seminar diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan penataan lanskap di berbagai daerah di Indonesia.

RRI.CO.ID, Bogor - Seminar Intenasional bertema landscape atau penataan lanskap berkelanjutan berlangsung di Kebun Raya Bogor dengan menghadirkan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Diana Kusumastuti, bersama akademisi, arsitek lanskap, dan praktisi lingkungan. Forum tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang tetap menjaga keseimbangan ekologi dan kualitas ruang hidup masyarakat.

Wamen PU, Diana Kusumastuti, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak dapat dipisahkan dari aspek lingkungan. Menurutnya, pendekatan penataan lanskap menjadi bagian penting dalam menciptakan kota yang tangguh menghadapi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Pembangunan infrastruktur harus dirancang secara terpadu dengan memperhatikan aspek lingkungan. Penataan lanskap bukan hanya memperindah kawasan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan kota yang aman, nyaman, dan berkelanjutan," ujar Diana Kusumastuti, Selasa, 28 Juli 2026.

Seminar tersebut juga membahas pentingnya ruang terbuka hijau, konservasi kawasan, pengelolaan air, serta pemanfaatan vegetasi dalam mendukung ketahanan perkotaan. Para peserta menilai konsep lanskap yang terencana mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

Sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan organisasi profesi arsitektur lanskap turut memaparkan berbagai inovasi penataan kawasan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Mereka menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghasilkan perencanaan kota yang berorientasi pada keberlanjutan.

Kebun Raya Bogor dipilih sebagai lokasi seminar karena memiliki nilai strategis sebagai kawasan konservasi, pusat penelitian, sekaligus ruang edukasi lingkungan. Keberadaan kawasan hijau tersebut dinilai menjadi contoh bagaimana fungsi konservasi dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Seminar diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan penataan lanskap di berbagai daerah di Indonesia. Melalui kolaborasi lintas sektor, pembangunan infrastruktur diharapkan semakin memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....