Lulusan Tak Lagi Cukup Bermodal IPK, Personal Branding Kini Jadi Penentu Karier
- 28 Jul 2026 09:28 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Persaingan dunia kerja yang semakin ketat membuat lulusan perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya mengandalkan nilai akademik. Kemampuan membangun personal branding kini menjadi salah satu faktor yang menentukan peluang seseorang dilirik perusahaan maupun mitra bisnis.
Guru Besar Universitas Tazkia, Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, mengatakan setiap tahun jutaan mahasiswa lulus dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kondisi tersebut membuat perusahaan harus lebih selektif dalam memilih kandidat yang dinilai memiliki kompetensi sekaligus karakter yang baik.
"Personal branding sangat diperlukan untuk karier ke depan karena lulusan perguruan tinggi jumlahnya sangat banyak setiap tahun. Dunia kerja tidak mungkin menerima semuanya sehingga mahasiswa harus memiliki nilai tambah yang membedakan dirinya dengan lulusan lain," ujar Prof. Dr. Murniati dalam Dialog Asta Cita Pro 1 RRI Bogor edisi Senin, 27 Juli 2026.
Menurutnya, personal branding tidak dibangun melalui pencitraan semata, melainkan melalui etika, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan yang terus diasah selama menempuh pendidikan. Nilai-nilai tersebut menjadi identitas yang akan dikenali oleh lingkungan profesional.
Prof. Dr. Murniati menuturkan, proses rekrutmen saat ini juga mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi digital. Selain melihat curriculum vitae atau CV, banyak perusahaan mulai menelusuri aktivitas calon pelamar di media sosial untuk mengetahui karakter dan rekam jejak digitalnya.
"Sekarang perusahaan juga melakukan penelusuran media sosial untuk mengetahui personal branding seseorang. Karena itu mahasiswa perlu mulai merapikan akun media sosial mereka karena hal tersebut turut memengaruhi penilaian perekrut," katanya.
Ia mengingatkan, setiap unggahan di media sosial dapat menjadi cerminan kepribadian seseorang. Karena itu, generasi muda perlu lebih bijak dalam menggunakan ruang digital agar citra positif yang dibangun dapat mendukung perjalanan karier di masa depan.
"Apa yang kita sampaikan di media sosial merupakan refleksi diri kita sendiri. Karena itu masyarakat, khususnya generasi muda, perlu berhati-hati menggunakan media sosial agar personal branding yang dibangun dapat mendukung karier dan masa depan," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....