KPAID Apresiasi Tokoh dan Mitra Penggerak Kota Layak Anak
- 24 Jul 2026 21:35 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan mitra yang dinilai berkontribusi dalam pemenuhan hak serta perlindungan anak.
- Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Amanah, mengungkapkan jumlah pengaduan kasus anak sepanjang 2025 mencapai 93 laporan atau meningkat dibandingkan 64 kasus pada 2024.
RRI.CO.ID, Bogor - Dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan mitra yang dinilai berkontribusi dalam pemenuhan hak serta perlindungan anak. Apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen berbagai pihak dalam mendukung terwujudnya Kota Bogor sebagai Kota Layak Anak.
Penghargaan diserahkan Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Amanah, bersama Komisioner KPAI Pusat, Ai Maryati Solihah, dan Kepala LPP RRI Bogor, Nordiana, dalam kegiatan Gerakan Bersama Mewujudkan Kota Bogor Sebagai Kota Layak Anak di halaman Kantor LPP RRI Bogor, Jalan Pangrango, Kamis 23 July 2026. Tokoh yang menerima penghargaan di antaranya Ketua TP PKK Kota Bogor Yantie Rachim, Ketua Bidang I TP PKK Kota Bogor Novia Jenal Mutaqin, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bogor Dewi Sondari Denny.
Di bawah kepemimpinan Yantie Rachim, TP PKK Kota Bogor terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Bogor dan berbagai pemangku kepentingan melalui program yang berorientasi pada perlindungan anak. Program tersebut meliputi Gerakan Seribu Kata Positif (Serbukatif), Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS), Si Cerdik Balita, penguatan layanan posyandu, hingga berbagai kegiatan edukasi keluarga.
Komisioner KPAI Pusat, Ai Maryati Solihah, menegaskan perlindungan anak harus diwujudkan melalui lingkungan yang aman di rumah, sekolah, dan ruang digital. "Ketiga ruang tersebut harus benar-benar terbebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual, agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," ujar Ai Maryati.
Sementara itu, Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Amanah, mengungkapkan jumlah pengaduan kasus anak sepanjang 2025 mencapai 93 laporan atau meningkat dibandingkan 64 kasus pada 2024. Menurutnya, keluarga dan lingkungan pendidikan masih menjadi dua sektor yang paling banyak dilaporkan dalam pengaduan perlindungan anak.
"Peningkatan ini menjadi alarm bagi kita semua untuk memperkuat pondasi keluarga dan membangun kepedulian bersama sebagai pelopor sekaligus pelapor. Kota Layak Anak bukan hanya soal penghargaan, tetapi bagaimana setiap anak di Kota Bogor benar-benar memperoleh hak dan perlindungan yang layak," kata Dede.
Selain tokoh masyarakat, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah dan mitra strategis yang dinilai aktif mendukung perlindungan anak. Di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor, IKIAD, serta berbagai lembaga lainnya yang berkontribusi mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....