Dari Canting ke Peradaban, Batik Jabar Dorong Regenerasi dan Kesejahteraan

  • 21 Jul 2026 21:30 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Upaya melestarikan batik di Jawa Barat terus diperkuat melalui pemberdayaan pengrajin dan keterlibatan generasi muda agar warisan budaya tersebut tetap berkembang mengikuti zaman.
  • Melalui kolaborasi antara yayasan, pelaku usaha batik, pemerintah, komunitas, dan generasi muda, pelestarian batik diharapkan tidak berhenti sebagai upaya menjaga budaya semata.

RRI.CO.ID, Bogor - Upaya melestarikan batik di Jawa Barat terus diperkuat melalui pemberdayaan pengrajin dan keterlibatan generasi muda agar warisan budaya tersebut tetap berkembang mengikuti zaman. Gagasan itu mengemuka dalam Bincang Pagi RRI Bogor bertema "Dari Canting ke Peradaban: Pemberdayaan Kaum Muda untuk Melestarikan Batik Jawa Barat di Bogor", Senin 20 Juli 2026.

Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Dede Yusuf, mengatakan pelestarian batik tidak cukup hanya menjaga tradisi, tetapi juga harus meningkatkan kesejahteraan para pembatik melalui pembinaan yang berkelanjutan. Menurutnya, yayasan saat ini melakukan pendampingan di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk memperkuat kreativitas, inovasi, serta daya saing produk batik daerah.

"kami ingin batik Jawa Barat tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan bagi para pembatik. Karena itu, pembinaan di 27 kabupaten dan kota terus kami lakukan agar lahir inovasi, kualitas produk meningkat, dan semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam ekosistem batik," ujar Sendy Dede Yusuf.

Selain memperkuat kapasitas pengrajin, Yayasan Batik Jawa Barat juga mendorong regenerasi melalui pelatihan, workshop, magang membatik, hingga pemanfaatan pemasaran digital. Langkah tersebut diharapkan mampu menarik minat anak muda untuk melihat batik sebagai identitas budaya sekaligus peluang usaha di sektor ekonomi kreatif.

Founder Batik Handayani, Sri Ratna Handayani, menilai inovasi menjadi kunci agar batik tetap diminati tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya. Ia menyebut pengrajin perlu terus beradaptasi dengan perkembangan pasar melalui desain, motif, hingga strategi promosi yang sesuai dengan karakter generasi muda.

"kami berusaha mempertahankan teknik membatik yang autentik, tetapi desain dan pemasarannya harus mengikuti perkembangan zaman. Anak-anak muda harus melihat batik sebagai sesuatu yang membanggakan, modern, dan memiliki nilai ekonomi," kata Sri Ratna Handayani.

Ia menambahkan, dukungan terhadap pengrajin tidak hanya dibutuhkan dalam bentuk pelatihan, tetapi juga akses pemasaran, permodalan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi tersebut akan memperkuat keberlangsungan usaha para pembatik sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Melalui kolaborasi antara yayasan, pelaku usaha batik, pemerintah, komunitas, dan generasi muda, pelestarian batik diharapkan tidak berhenti sebagai upaya menjaga budaya semata. Batik Jawa Barat diharapkan terus tumbuh menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus identitas budaya yang membanggakan bagi masyarakat Bogor dan Jawa Barat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....