Peneliti UI Temukan Ikan Alien di Talaga Saat Puncak Bogor

  • 18 Jul 2026 14:58 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), melakukan eradikasi ikan alien di Telaga Saat, Cisarua, Kabupaten Bogor. Langkah itu dinilai penting untuk melindungi ekosistem hulu Sungai Ciliwung dan mencegah terganggunya populasi ikan asli.

Tim peneliti FMIPA UI melakukan survei pasca-kegiatan pelepasliaran ikan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026. Hasil survei menunjukkan keberadaan sejumlah spesies ikan asing yang mendominasi perairan Telaga Saat.

Kajian tersebut dilakukan oleh Dr. Noer Sarifah Ainy, Luthfiralda Sjahfirdi, Mufti Patria Petala, Harinaldi, Yasman, Riani Widiarti, dan Hirmas Fuady Putra. Dr. Noer Sarifah Ainy menjelaskan, tujuan pelepasliaran ikan untuk meningkatkan stok ikan konsumsi memang dinilai positif. Namun, pelepasliaran spesies asing berpotensi menimbulkan dampak ekologis yang serius.

“Ketika ikan alien masuk ke perairan umum, mereka dapat memanfaatkan sumber pakan dan ruang hidup yang sama dengan ikan asli,” ujar Dr. Noer, Kamis 16 Juli 2026.

Berdasarkan dokumentasi foto yang beredar di media massa, tim peneliti mengidentifikasi ikan belida yang dipegang Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor saat pelepasliaran sebagai Chitala lopis atau Belida Bangkok, yang merupakan spesies asing.

Menurut Dr. Noer, ikan tersebut berbeda dengan Belida Jawa yang merupakan spesies asli Indonesia. Belida Bangkok memiliki ciri khas berupa pola bulatan di dekat sirip punggung dan sirip ekor, sedangkan Belida Jawa tidak memiliki corak tersebut.

Ia menegaskan spesies asing seperti Chitala lopis tidak seharusnya dilepasliarkan ke perairan tawar Indonesia karena berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.

"Jenis ikan yang disarankan untuk dikendalikan antara lain Platy Pedang, ikan mas, Belida Bangkok, ikan cere, guppy, sapu-sapu, dan nila," tambahnya.

Tim peneliti merekomendasikan Pemkab Bogor melakukan pengelolaan populasi melalui eradikasi ikan alien, kemudian melakukan restocking menggunakan ikan asli serta menjadikan Telaga Saat sebagai kawasan konservasi ikan lokal berbasis daerah aliran sungai (DAS) pertama di Jabodetabek.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....