Kota Bogor Pertahankan Status 100 Persen ODF, Warga Diajak Tingkatkan Sanitasi

  • 17 Jul 2026 13:32 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Pemerintah Kota Bogor terus mempertahankan status 100 persen Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan yang telah diraih sejak 2023. Meski demikian, upaya peningkatan sanitasi tidak berhenti pada capaian tersebut. Pemerintah kini berfokus mendorong terwujudnya sanitasi aman agar masyarakat memiliki lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Dikutip dari Instagram resmi Dinas Kesehatan Kota Bogor pada Kamis, 16 Juli 2026, hingga Mei 2026 sebanyak 16.975 rumah atau 47,3 persen dari target 35.884 rumah telah mendapatkan penanganan sanitasi. Namun masih terdapat 18.909 rumah yang belum memiliki tangki septik, serta 42.207 kepala keluarga yang masih menggunakan fasilitas sanitasi yang belum layak, seperti cubluk. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama untuk terus meningkatkan kualitas sanitasi di seluruh wilayah Kota Bogor.

Saat ini, terdapat sembilan kelurahan yang telah berhasil menuntaskan praktik buang air besar sembarangan (BABS), yakni Kelurahan Rancamaya, Pabaton, Bojongkerta, Tajur, Cibadak, Bondongan, Kayumanis, Kencana, dan Mekarwangi. Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga status ODF sekaligus memperkuat kesehatan lingkungan.

Untuk mencapai sanitasi aman, Pemerintah Kota Bogor menerapkan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yaitu:

  • Stop buang air besar sembarangan.
  • Cuci tangan pakai sabun.
  • Pengamanan air minum dan makanan rumah tangga.
  • Pengelolaan sampah rumah tangga.
  • Pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Selain penerapan lima pilar STBM, berbagai langkah juga dilakukan untuk memperkuat kualitas sanitasi masyarakat, antara lain:

  • Pemutakhiran data STBM melalui Aplikasi Rasajaga setiap tahun.
  • Surveilans lapangan oleh tenaga sanitasi lingkungan puskesmas bersama pemerintah kelurahan dan kader kesehatan.
  • Pelaksanaan kegiatan pemicuan STBM untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
  • Edukasi mengenai pentingnya sanitasi aman dan perilaku hidup bersih serta sehat.

Pemerintah Kota Bogor juga memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman, Perumda Tirta Pakuan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, kader kesehatan, serta berbagai mitra pembangunan. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui program Gerobak Sae Pisan, edukasi air minum aman, hingga layanan lumpur tinja terjadwal (L2T2).

Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga sanitasi lingkungan dengan memiliki tangki septik yang sesuai standar, melakukan penyedotan lumpur tinja secara berkala, tidak membuang limbah sembarangan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Sanitasi yang baik memberikan banyak manfaat, mulai dari mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan infeksi saluran pencernaan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjaga kebersihan lingkungan, hingga mendukung terciptanya kota yang sehat dan nyaman untuk dihuni.

Dinas Kesehatan Kota Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mempertahankan keberhasilan status 100 persen ODF serta mendukung terwujudnya sanitasi aman yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Kota Bogor diharapkan semakin sehat, bersih, dan siap menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....