DPRD Kota Bogor Tinjau IPA Rancamaya, Soroti Defisit Pasokan Air

  • 09 Jul 2026 00:28 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Komisi III DPRD Kota Bogor meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rancamaya milik Perumda Tirta Pakuan untuk memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

RRI.CO.ID, Bogor– Komisi III DPRD Kota Bogor meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rancamaya milik Perumda Tirta Pakuan untuk memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap persoalan defisit pasokan air yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Rombongan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi bersama Wakil Ketua Abdul Rosyid, Sekretaris Pepen Firdaus, serta anggota komisi lainnya. Dalam peninjauan itu, DPRD melihat langsung proses pengolahan air baku hingga menjadi air bersih sekaligus mendengarkan pemaparan mengenai kondisi infrastruktur distribusi yang dimiliki Perumda Tirta Pakuan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mengetahui berbagai kendala yang masih dihadapi perusahaan daerah. Menurutnya, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama untuk meningkatkan pelayanan di wilayah Kecamatan Tanah Sareal dan Bogor Barat.

"Kami ingin memastikan kebutuhan air masyarakat tidak terganggu. Masih ada wilayah yang membutuhkan peningkatan pelayanan, khususnya di Kecamatan Tanah Sareal dan Bogor Barat, sehingga ke depan persoalan tersebut harus menjadi prioritas penyelesaian," ujar Ahmad Aswandi, Rabu, 8 Juli 2026.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid, mengapresiasi teknologi yang digunakan dalam pengolahan air di SPAM Rancamaya karena dinilai mampu menghasilkan air bersih dengan standar yang baik. Namun, ia menilai kapasitas distribusi belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah akibat keterbatasan jaringan pipa dan reservoir.

"Debit air yang tersedia sebenarnya cukup besar, tetapi masih ada kawasan yang belum terlayani secara maksimal karena infrastruktur pendukungnya belum memadai. Kami akan memberikan dukungan agar pembangunan jaringan pipa dan reservoir dapat dipercepat sehingga pelayanan air bersih semakin merata," kata Abdul Rosyid.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira, menjelaskan saat ini sekitar 90 persen sumber air baku masih berasal dari wilayah selatan dengan kapasitas distribusi Zona 1 mencapai 140 liter per detik. Meski demikian, jumlah pelanggan yang telah mencapai sekitar 17.000 hingga 18.000 sambungan membuat perusahaan mengalami defisit sekitar 30 liter per detik yang selama ini ditutupi melalui penyewaan instalasi pengolahan air milik pihak lain.

"Kami telah merencanakan penambahan kapasitas produksi sejak beberapa tahun lalu, namun realisasinya masih terkendala pendanaan. Kami berharap dukungan Pemerintah Kota dan DPRD melalui penyertaan modal dapat mempercepat pembangunan infrastruktur agar kebutuhan air bersih masyarakat, terutama di Bogor Barat dan Tanah Sareal, dapat terpenuhi secara optimal," ujar Rino Indira.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....