Helaran Pajajaran Kota Bogor Suguhkan Teatrikal Prabu Siliwangi

  • 28 Jun 2026 10:04 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Teatrikal yang mengisahkan perjalanan Prabu Siliwangi dan kejayaan Kerajaan Pakuan Pajajaran menjadi sajian utama dalam Helaran Pajajaran sebagai puncak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
  • Pemerintah Kota Bogor berharap masyarakat semakin memahami sejarah, melestarikan budaya, serta menjadikan warisan Kerajaan Pakuan Pajajaran sebagai identitas yang terus hidup dari generasi ke generasi.

RRI.CO.ID, Bogor – Teatrikal yang mengisahkan perjalanan Prabu Siliwangi dan kejayaan Kerajaan Pakuan Pajajaran menjadi sajian utama dalam Helaran Pajajaran sebagai puncak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Pertunjukan budaya itu mendapat sambutan meriah dari ribuan warga yang memadati kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu malam, 27 Juni 2026.

Helaran Pajajaran untuk pertama kalinya digelar dengan konsep baru yang mengangkat sejarah Kerajaan Pakuan Pajajaran sebagai bagian dari identitas Kota Bogor. Selain menjadi tontonan budaya, pertunjukan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal kembali akar sejarah dan nilai-nilai luhur warisan leluhur Sunda.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan penyelenggaraan Helaran Pajajaran menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap asal-usul Kota Bogor. Menurutnya, pemahaman sejarah harus menjadi fondasi dalam membangun karakter masyarakat dan arah pembangunan daerah.

"Mulai tahun ini kita memulai kegiatan yang namanya Helaran Pajajaran. Karena kita perlu menyadari jati diri kita, dari mana asal usul kita, bagaimana Kota Bogor yang hari ini merayakan ulang tahun ke-544 ini terjadi, dan bagaimana para leluhur kita sudah menyiapkan berbagai kebaikan untuk hari ini maupun masa depan," ujar Dedie Rachim.

Ia menjelaskan bahwa sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur dinilai tetap relevan sebagai landasan membangun masyarakat Kota Bogor yang berkarakter dan berbudaya.

"Dalam sejarah yang ditulis dalam Sanghyang Siksa Kandang Karesian, filosofi orang Sunda dan orang Bogor dikenal dengan Tri Tangtu. Yang pertama Prabu sebagai hukum negara, yang kedua Rama yang menopang adat istiadat serta agama, dan yang ketiga Resi sebagai petunjuk kepada Sang Kuasa," jelas Dedie Rachim.

Ia menambahkan, falsafah Tri Tangtu telah membentuk karakter masyarakat Bogor yang menjunjung tinggi adab, kebersamaan, dan nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Helaran Pajajaran yang akan digelar setiap peringatan Hari Jadi Bogor, Pemerintah Kota Bogor berharap masyarakat semakin memahami sejarah, melestarikan budaya, serta menjadikan warisan Kerajaan Pakuan Pajajaran sebagai identitas yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....