Museum Pajajaran Didorong Jadi Pusat Edukasi Berbasis Sumber Tertulis

  • 27 Jun 2026 11:46 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Museum Pajajaran didorong menjadi pusat edukasi sejarah berbasis sumber tertulis sebagai upaya memperkuat identitas budaya Kota Bogor. Keberadaan naskah kuno dinilai tidak hanya menyimpan informasi sejarah, tetapi juga menjadi bukti intelektualitas masyarakat Sunda yang dapat dikenalkan kepada publik melalui museum.

Dalam Dialog Astacita Bogor Pagi edisi Jumat, 26 Juni 2026, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bogor sekaligus pendiri Bujangga Manik Society, Muhammad Alnoza, mengatakan sumber-sumber tertulis perlu menjadi bagian penting dalam narasi yang disajikan museum.

Menurutnya, naskah Bujangga Manik merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat Pajajaran, mulai dari kondisi sosial, adat istiadat, kehidupan beragama, hingga sistem hukum yang berlaku pada masa itu. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam memahami identitas masyarakat Bogor.

"Konteks-konteks sosial masyarakat seperti inilah yang penting untuk menjadi narasi yang turut mengaktivasi museum. Cerita-cerita inilah yang membentuk identitas kita hari ini," ujar Alnoza.

Ia menilai Museum Pajajaran tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi sejarah, tetapi juga menjadi etalase identitas masyarakat Bogor. Karena itu, museum perlu menghadirkan sejarah intelektualitas melalui sumber-sumber tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Saya menawarkan bagaimana kalau di dalam etalase Kota Bogor ini kita menampilkan intelektualitas kita, sejarah intelektualitas kita, melalui sumber-sumber tertulis sebagai bukti intelektualitas masyarakat di masa lalu," katanya.

Alnoza menambahkan masih banyak informasi menarik dalam naskah kuno yang belum diketahui masyarakat. Salah satunya mengenai kehidupan sosial masyarakat Pajajaran yang berbeda dengan kondisi saat ini sehingga menjadi kekayaan pengetahuan yang layak diperkenalkan kepada publik.

Melalui pemanfaatan sumber-sumber tertulis sebagai bagian dari penyajian museum, diharapkan Museum Pajajaran dapat menjadi ruang edukasi yang tidak hanya menampilkan benda bersejarah, tetapi juga menghadirkan pemahaman yang lebih utuh mengenai perjalanan sejarah dan identitas Kota Bogor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....