Generasi Muda Diajak Hidupkan Museum Pajajaran lewat Karya Kreatif

  • 27 Jun 2026 08:44 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Generasi muda didorong berperan aktif menghidupkan Museum Pajajaran melalui berbagai karya kreatif yang terinspirasi dari sumber-sumber tertulis sejarah Sunda. Upaya tersebut diharapkan mampu menjadikan museum sebagai ruang yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian budaya.

Dalam Dialog Astacita Bogor Pagi edisi Jumat, 26 Juni 2026, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bogor sekaligus pendiri Bujangga Manik Society, Muhammad Alnoza, mengatakan naskah-naskah kuno dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk menghasilkan berbagai karya kreatif.

Menurutnya, sumber tertulis merupakan bagian dari intellectual property yang dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk karya tanpa menghilangkan nilai sejarahnya. Generasi muda tidak cukup hanya mengetahui keberadaan naskah kuno, tetapi juga didorong mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Yang lebih penting adalah bagaimana mereka meresepsi hasil pembacaan terhadap teks itu, apakah membuat video konten TikTok atau karya-karya lainnya. Itu yang justru diharapkan dari pembacaan terhadap sumber-sumber tertulis ini," ujar Alnoza.

Ia menjelaskan hingga saat ini Bujangga Manik Society mulai mengajak keterlibatan anak muda dalam mengaktivasi Museum Pajajaran melalui pendekatan kreatif yang tetap didasarkan pada sumber-sumber tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Menurut Alnoza, generasi muda memiliki pemahaman lebih baik mengenai media dan bentuk penyampaian yang relevan dengan masyarakat saat ini. Karena itu, mereka diharapkan menjadi penggerak utama dalam menghadirkan pengalaman baru di Museum Pajajaran.

"Pada akhirnya yang mengaktivasi museum ini justru generasi muda yang lebih memahami apa yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekarang," katanya.

Melalui kolaborasi antara pelaku budaya, akademisi, dan generasi muda, Museum Pajajaran diharapkan berkembang menjadi ruang edukasi yang dinamis, sekaligus mampu memperkenalkan sejarah Sunda kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih kreatif dan mudah diterima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....