Waspada, Foto Ketua Umum Gema Kosgoro Dicatut di WhatsApp
- 26 Jun 2026 15:32 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Modus penipuan digital semakin marak dengan menyasar identitas tokoh publik, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk di Kota Bogor.
- Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap maraknya modus pencatutan identitas melalui aplikasi perpesanan.
RRI.CO.ID, Bogor – Modus penipuan digital semakin marak dengan menyasar identitas tokoh publik, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk di Kota Bogor. Salah satu yang menjadi korban pencatutan identitas adalah Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kosgoro, HMU Kurniadi.
Kasus tersebut terungkap setelah salah seorang juniornya, Saris, menghubungi HMU Kurniadi untuk memastikan kepemilikan nomor WhatsApp 0852-1801-7346 yang menggunakan foto dirinya sebagai profil. Pertanyaan itu muncul karena foto profil pada nomor tersebut menampilkan wajah Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kosgoro.
Menanggapi hal itu, HMU Kurniadi menegaskan bahwa nomor tersebut bukan nomor pribadi miliknya.
“Saya tidak memiliki nomor tersebut dan tidak pernah menggunakan nomor yang memasang foto saya sebagai profil WhatsApp," tegasnya, Jum'at, 26 Juni 2026.
Untuk memastikan identitas pemilik nomor tersebut, HMU Kurniadi mencoba menghubungi akun WhatsApp yang bersangkutan melalui pesan langsung. Ia bahkan mengajak pemilik nomor tersebut bertemu di kantor polisi untuk mengklarifikasi penggunaan fotonya tanpa izin, namun hingga kini tidak mendapat respons.
Sebagai langkah pencegahan, HMU Kurniadi mengunggah klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya. Ia meminta masyarakat tidak mempercayai pesan, permintaan, maupun informasi apa pun yang berasal dari nomor tersebut.
"Saya mengimbau kepada seluruh rekan, sahabat, dan masyarakat agar mengabaikan segala bentuk komunikasi dari nomor tersebut. Penggunaan foto saya tanpa izin sangat berpotensi disalahgunakan untuk tindakan yang merugikan pihak lain," ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap maraknya modus pencatutan identitas melalui aplikasi perpesanan. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi resmi sebelum menanggapi permintaan atau informasi yang mengatasnamakan tokoh publik guna menghindari potensi penipuan maupun penyebaran informasi palsu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....