Masyarakat Diminta Kritis Menyikapi Informasi Sejarah di Era Digital
- 25 Jun 2026 00:03 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kemudahan akses internet membuat berbagai informasi sejarah dapat ditemukan dengan cepat. Namun, masyarakat diminta lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar agar tidak terjebak pada narasi yang belum terverifikasi.
Researcher Tangtu Institute, Candiaz menilai masih banyak masyarakat yang menerima informasi sejarah tanpa menelusuri sumbernya terlebih dahulu. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap sejarah yang sebenarnya.
“Setiap informasi sejarah perlu diperiksa asal-usulnya. Jangan langsung percaya hanya karena informasi itu banyak dibagikan di media sosial,” kata Candiaz dalam Dialog Astacita Bogor Pagi edisi Selasa, 23 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa penelitian sejarah tidak dapat bertumpu pada satu sumber saja. Para peneliti biasanya membandingkan berbagai referensi untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai suatu peristiwa.
“Kita perlu bertanya siapa yang menulis dan apa dasar informasinya. Semakin banyak sumber yang dapat diverifikasi, semakin kuat informasi tersebut,” ujarnya.
Menurut Candiaz, masyarakat dapat memanfaatkan buku sejarah, jurnal akademik, prasasti, maupun hasil penelitian perguruan tinggi sebagai bahan pembanding. Langkah tersebut penting untuk meningkatkan kualitas literasi sejarah di tengah derasnya arus informasi digital.
“Sejarah bukan sekadar cerita yang diwariskan dari mulut ke mulut. Sejarah harus dapat dipertanggungjawabkan melalui sumber dan bukti yang jelas,” ucapnya.
Ia berharap masyarakat semakin terbiasa melakukan verifikasi terhadap berbagai informasi yang diterima. Sikap kritis tersebut dinilai penting agar pemahaman sejarah yang berkembang di masyarakat tetap akurat dan berimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....