Generasi Muda Harus Kritis dan Bertanggung Jawab dalam Menyampaikan Aspirasi

  • 24 Jun 2026 05:26 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Generasi muda memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan bangsa melalui kritik dan masukan yang konstruktif. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga persatuan, ketertiban umum, dan kepentingan masyarakat luas.

Kaprodi Strategi Pertahanan Darat Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI, Kolonel Inf. Sigit Purwanto, mengatakan kebebasan berpendapat telah dijamin oleh konstitusi melalui Pasal 28 UUD 1945. Meski demikian, kebebasan tersebut tidak boleh mengganggu hak orang lain maupun merusak fasilitas publik.

"Kebebasan menyampaikan pendapat sudah dijamin oleh undang-undang, tetapi pelaksanaannya juga harus memperhatikan hak masyarakat lain dan menjaga fasilitas umum yang digunakan bersama," ujarnya dalam Dialog Astacita Bogor Pagi edisi Senin, 22 Juni 2026.

Menurut Sigit, keamanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup sektor politik, sosial, ekonomi, hingga lingkungan. Karena itu, setiap bentuk penyampaian aspirasi harus dilakukan secara tertib agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa warga negara tidak hanya memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi juga memiliki kewajiban untuk ikut serta dalam upaya bela negara. Salah satu bentuknya adalah menjaga fasilitas publik serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan kondusif.

Dalam membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kebangsaan, Universitas Pertahanan menerapkan berbagai program pendidikan bela negara kepada mahasiswanya. Pembekalan tersebut diberikan melalui kegiatan orientasi maupun materi perkuliahan yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.

Sigit mengakui bahwa tantangan pembinaan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi global. Menurutnya, kemampuan literasi digital menjadi salah satu kunci agar generasi muda mampu memilah informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang dapat memecah persatuan.

"Yang paling dominan sekarang adalah kemampuan literasi digital dan kemampuan memfilter informasi. Benteng pertama tetap berasal dari keluarga, melalui pendidikan karakter, etika, toleransi, serta nilai keimanan," katanya.

Selain itu, ia menilai kampus memiliki peran penting dalam membangun budaya kritik yang sehat. Generasi muda didorong untuk menyampaikan kritik berdasarkan data, fakta, dan pendekatan ilmiah sehingga mampu menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, kritik yang objektif dan disertai solusi merupakan bagian dari bela negara di era digital. Melalui ruang-ruang diskusi maupun platform digital, generasi muda dapat berkontribusi memberikan gagasan dan masukan untuk mendukung kemajuan bangsa.

Menutup pernyataannya, Sigit mengajak generasi muda untuk terus menumbuhkan rasa bangga dan memiliki terhadap Indonesia. Menurutnya, semangat kebangsaan menjadi modal penting untuk menjaga keutuhan negara yang memiliki tingkat keberagaman sangat tinggi.

"Bangga berbangsa Indonesia," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....