Prof. Murniati: Healing Boleh, Asal Jangan Korbankan Keuangan Keluarga

  • 18 Jun 2026 12:44 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Tekanan ekonomi tidak menghalangi masyarakat untuk mencari hiburan dan aktivitas yang dapat mengurangi stres. Namun, pengeluaran untuk kebutuhan tersebut perlu dikendalikan agar tidak mengganggu kondisi keuangan keluarga.

Guru Besar Institut Tazkia Bogor, Prof. Murniati Mukhlisin, menyoroti fenomena yang dikenal sebagai lipstick effect. Fenomena ini menggambarkan kecenderungan masyarakat tetap berbelanja demi kesenangan meskipun kondisi ekonomi sedang sulit.

"Lipstick effect itu gaya tipis-tipis, menyenangkan, walaupun lagi nggak punya uang. Itu bahaya banget," ujarnya dalam Dialog Astacita Bogor Pagi edisi Senin, 15 Juni 2026, di Pro1 RRI Bogor.

Menurutnya, masyarakat tetap diperbolehkan melakukan aktivitas hiburan maupun healing selama dilakukan secara terukur. Pengeluaran untuk kesenangan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing.

"Tidak dilarang sama sekali untuk happy-happy pastinya. Untuk healing-healing ya pastinya. Namun dikontrol," katanya.

Prof. Murniati menyarankan masyarakat mencari alternatif hiburan yang lebih terjangkau. Di wilayah Bogor, berbagai destinasi alam dapat menjadi pilihan rekreasi dengan biaya yang relatif murah.

"Yang tadinya misalnya dua kali nonton satu bulan, nonton di luar, itu dikurangin satu kali tiga bulan misalnya. Atau menggantikannya dengan alternatif healing-healing yang murah," ucapnya.

Ia berharap masyarakat dapat lebih bijak membedakan kebutuhan dan keinginan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, kebutuhan hiburan tetap dapat terpenuhi tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....