KLH Berikan Apresiasi Hutan Kota Bambu Tegar Beriman
- 15 Jun 2026 21:28 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Pembangunan Hutan Kota Bambu Tegar Beriman di Cibinong Kabupaten Bogor mendapat apresiasi Kementrian Lingkungan Hidup RI. Tidak hanya itu saja program hutan bambu menjadi bukti pembangunan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan demi masa depan yang lebih baik.
Dalam kunjungan kerjanya Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat memberikan penghargaan atas pembangunan Hutan Kota Bambu Tegar Beriman yang berada di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor, Minggu 14 Juni 2026.
"Pembangunan hutan kota bambu di kawasan perkotaan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas udara, menjaga ketersediaan air, memperbaiki kualitas tanah, serta menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat," ujarnya.
Menurut Menteri Jumhur, gerakan pelestarian lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan. Ia menilai keberadaan hutan bambu di Kabupaten Bogor menjadi contoh nyata kolaborasi dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung program rehabilitasi lahan kritis yang tengah digalakkan pemerintah.
Pembangunan hutan kota juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan luasan ruang terbuka hijau melalui program “Satu Kecamatan, Satu Hektare Ruang Terbuka Hijau”.
Program tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat fungsi ekologis wilayah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Keberadaan Hutan Kota Bambu Tegar Beriman dinilai menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat kualitas lingkungan hidup.
Dalam kesempatan tersebut, KLH juga mencanangkan Gerakan Nasional Penanaman Bambu sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan jutaan hektare lahan kritis di Indonesia. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya dukung lingkungan, memperkuat konservasi sumber daya air, serta mengurangi risiko bencana ekologis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....