SMAN 1 Bogor Siapkan Budaya Prestasi untuk Dukung Program Sekolah Maung
- 12 Jun 2026 04:16 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – SMAN 1 Bogor menyiapkan berbagai strategi untuk mendukung pelaksanaan program Sekolah Maung yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu modal utama yang dimiliki sekolah adalah budaya prestasi dan budaya belajar yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Dalam dialog Bogor Pagi Ini edisi Kamis, 11 Juni 2026, Kepala SMAN 1 Bogor, Drs. Atip Suherman, M.Si., mengatakan sekolah yang dipimpinnya telah memiliki fondasi kuat untuk menjalankan program tersebut. Menurutnya, budaya belajar siswa menjadi kekuatan utama yang membuat sekolah siap menerima berbagai program peningkatan mutu pendidikan.
"Kami memiliki budaya belajar yang sangat baik. Sesibuk apa pun siswa mengikuti kegiatan OSIS, MPK, maupun ekstrakurikuler, mereka tetap tidak meninggalkan kewajiban belajar," ujarnya.
Selain budaya belajar, prestasi siswa juga menjadi indikator kesiapan sekolah. Atip menyebut prestasi yang diraih peserta didik tidak hanya di tingkat kota dan provinsi, tetapi juga nasional hingga internasional.
Menurutnya, SMAN 1 Bogor juga memiliki pengalaman sebagai sekolah model yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pengalaman tersebut dinilai sejalan dengan tujuan Sekolah Maung yang berfokus pada peningkatan kompetensi peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, siswa kelas X Sekolah Maung akan mengikuti Kurikulum Nasional yang dipadukan dengan Kurikulum Cambridge. Sementara dalam pembentukan karakter, sekolah tetap mengedepankan Profil Pelajar Pancasila yang diperkaya dengan nilai-nilai Pancawaluya khas Jawa Barat, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
"Tujuan akhirnya adalah membentuk karakter siswa yang unggul serta menciptakan budaya prestasi yang semakin kuat di lingkungan sekolah," katanya.
Atip menambahkan, keberhasilan program tersebut juga didukung oleh kemandirian organisasi siswa yang selama ini menjadi ciri khas SMAN 1 Bogor. Berbagai organisasi dan ekstrakurikuler dinilai mampu menjalankan program secara mandiri melalui perencanaan dan penggalangan dukungan yang mereka lakukan sendiri.
Menurutnya, kombinasi antara budaya belajar, karakter, dan prestasi menjadi modal penting untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....