Lahir di Bogor, Baby Panda Rio Cetak Sejarah Konservasi
- 09 Jun 2026 22:46 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Kabupaten Bogor mencatat sejarah penting di bidang konservasi satwa liar internasional melalui kelahiran bayi giant panda bernama Satrio Wiratama. Bayi panda yang akrab disapa Baby Rio tersebut resmi menjadi panda pertama yang lahir di Indonesia. Momen bersejarah ini terjadi pada 27 November 2025 di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Kabupaten Bogor.
Saat melakukan kunjungan ke Istana Panda Raksasa pada Selasa 9 Juni 2026, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Taman Safari Indonesia dalam mengembangbiakkan giant panda melalui program kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
"Taman Safari Indonesia merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Bogor. Kami merasa terhormat karena Taman Safari Indonesia di Kabupaten Bogor dapat bekerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok dalam program konservasi giant panda," ujar Rudy Susmanto.
Rudy menilai kelahiran Baby Rio merupakan torehan sejarah yang sangat istimewa karena menjadi satu-satunya panda yang lahir di luar RRT pada tahun 2025.
"Ini menjadi sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi kami. Panda tersebut merupakan panda pertama yang lahir di Indonesia, sekaligus satu-satunya panda yang lahir di luar RRT pada tahun 2025. Ini menjadi catatan sejarah baru dan mudah-mudahan dapat menjadi jembatan penghubung yang semakin mempererat komunikasi serta hubungan antarnegara, antara Indonesia dan RRT," katanya.
Hubungan kerja sama ini juga mencakup ranah yang lebih luas, termasuk bidang kesehatan hewan. Dalam proses persalinan Baby Rio, pihak Taman Safari Indonesia bahkan mendatangkan langsung tim ahli dan perawat satwa dari Tiongkok demi memastikan kesehatan induk dan bayi panda.
"Karena panda ini bukan sekadar satwa konservasi, melainkan juga simbol hubungan persahabatan dan diplomasi yang baik antara Indonesia dan RRT," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Operasional Taman Safari Indonesia, Ester, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan langkah awal bagi program konservasi yang lebih luas dan berkelanjutan di masa depan.
"Bagi kami, kelahiran Baby Rio bukanlah akhir dari sebuah kisah sukses, melainkan awal dari kerja sama yang lebih luas dan bermakna. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat terus mempromosikan konservasi satwa liar, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian alam, serta memperkuat kerjasama konservasi internasional yang berkelanjutan," ujarnya.
Ester turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Tiongkok melalui China Wildlife Conservation Association (CWCA) dan China Conservation and Research Center for the Giant Panda (CCRCGP) atas pendampingan teknis yang diberikan. Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia atas komitmennya dalam mendukung kelestarian satwa liar.
Lebih lanjut, Ester mengungkapkan rasa hormat dan bangganya karena Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berkenan menyematkan langsung nama Satrio Wiratama. Nama tersebut dinilai mencerminkan keberanian, kemuliaan, serta menjadi simbol keharmonisan kedua negara. Kemenangan konservasi ini juga dipersembahkan untuk dedikasi para pendiri Taman Safari Indonesia yang telah berhasil membangun fasilitas berstandar internasional.
"Yang kita saksikan hari ini merupakan buah dari sebuah mimpi besar yang diperjuangkan selama bertahun-tahun, melewati berbagai tantangan dan perjalanan panjang hingga akhirnya dapat terwujud," katanya.
Peristiwa ini tidak hanya memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai pusat konservasi satwa di panggung internasional, tetapi juga menjadi lambang eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan RRT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....