Peluncuran Mobil Klinik Tanaman Perkuat Pendampingan Petani Nasional
- 08 Jun 2026 22:39 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Kendaraan yang diluncurkan di lingkungan Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB tersebut menjadi simbol penguatan layanan kesehatan tanaman
- Mobil Klinik Tanaman Terpadu memungkinkan para pakar dan akademisi turun langsung ke sentra-sentra pertanian
- IPB University berharap hubungan antara dunia akademik dan masyarakat tani semakin kuat
RRI.CO.ID, Bogor- Komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat kembali ditunjukkan oleh IPB University melalui peluncuran Mobil Klinik Tanaman Terpadu pada Senin, 8 Juni 2026. Kendaraan yang diluncurkan di lingkungan Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB tersebut menjadi simbol penguatan layanan kesehatan tanaman yang ditujukan untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Kehadiran mobil baru ini sekaligus menggantikan armada sebelumnya yang telah melayani masyarakat selama hampir dua dekade.
Dirancang sebagai laboratorium berjalan, Mobil Klinik Tanaman Terpadu memungkinkan para pakar dan akademisi turun langsung ke sentra-sentra pertanian. Melalui fasilitas yang tersedia di dalamnya, petani dapat memperoleh konsultasi, diagnosis, hingga rekomendasi penanganan berbagai masalah tanaman tanpa harus datang ke kampus atau laboratorium. Konsep ini diharapkan mampu mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian kepada masyarakat.
Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kampus yang hadir dan berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang kelas atau laboratorium, melainkan harus menjangkau petani yang menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, pendekatan yang dilakukan adalah membawa layanan langsung ke lokasi tempat petani bekerja dan berproduksi.
Sejarah Klinik Tanaman IPB sendiri telah berlangsung cukup panjang. Dekan Fakultas Pertanian IPB, Prof. Suryo Wiyono, menjelaskan bahwa layanan tersebut berawal dari inisiatif mahasiswa pada tahun 1979 dan terus berkembang hingga saat ini. Program Safari Klinik Tanaman yang dimulai pada 2007 menjadi tonggak penting karena berhasil menjangkau puluhan titik di berbagai kabupaten dan kota di Pulau Jawa. Sejak saat itu, layanan klinik tanaman keliling menjadi salah satu bentuk pengabdian yang dekat dengan kebutuhan petani.

Foto: Departemen Proteksi Tanaman
Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Peluncuran armada baru ini disambut antusias oleh petani dari berbagai daerah. Sudargo, petani kawasan hutan dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berharap mobil tersebut dapat membantu petani mengatasi serangan hama dan penyakit tanaman yang sering mengganggu hasil panen. Menurutnya, persoalan kekeringan akibat lahan tadah hujan sering kali diperparah dengan munculnya gangguan organisme pengganggu tanaman yang mengancam produktivitas pertanian.
Harapan serupa datang dari petani di Kabupaten Blitar dan Indramayu. Choirul Anam menilai Klinik Tanaman selama ini menjadi jembatan yang mempertemukan petani dengan para pakar pertanian. Sementara Tarsono masih mengingat pendampingan yang pernah diberikan tim IPB saat membantu petani menghadapi serangan virus padi dan wereng cokelat beberapa tahun lalu. Pengalaman tersebut membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan petani dapat menghasilkan solusi yang lebih cepat dan tepat dalam menghadapi persoalan di lapangan.
Selain menjadi sarana pelayanan masyarakat, Mobil Klinik Tanaman Terpadu juga berfungsi sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa. Melalui pendekatan berbasis pemecahan masalah, mahasiswa diajak terjun langsung ke lapangan untuk mengenali persoalan nyata yang dihadapi petani, melakukan diagnosis, hingga menyusun rekomendasi penanganan berdasarkan ilmu pengetahuan. Dengan hadirnya armada baru ini, IPB University berharap hubungan antara dunia akademik dan masyarakat tani semakin kuat sehingga inovasi pertanian dapat lebih cepat diterapkan demi mendukung pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....