Maestro Wayang Bambu Ajak Generasi Muda Cintai Budaya Bogor
- 06 Jun 2026 06:04 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Pelestarian budaya tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga membutuhkan konsistensi para pelaku seni untuk terus berkarya dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikan Maestro Wayang Bambu Bogor, Ki Drajat Iskandar, dalam Dialog Astacita Bogor Pagi edisi Kamis, 4 Juni 2026.
Ki Drajat mengatakan keberlangsungan seni budaya tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya panggung pertunjukan. Menurutnya, para pelaku seni harus tetap berkarya dan memperkenalkan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
"Yang penting intinya kita dilihat dan tidak dilihat kita masih eksis berkarya untuk Bogor. Bukan berarti kita harus keluar, tapi yang di luar harus masuk ke kita," kata Ki Drajat.
Ia menjelaskan Wayang Bambu Bogor memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan jenis wayang lainnya di Indonesia. Salah satunya melalui penggunaan bahasa khas Bogor atau heras genggerong yang menjadi identitas budaya masyarakat Bogor.
Menurutnya, identitas budaya tersebut perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman. Karena itu, pihaknya aktif melakukan berbagai kegiatan edukasi dan memperkenalkan wayang bambu kepada kalangan pelajar serta mahasiswa.
Ki Drajat mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan program roadshow ke berbagai sekolah dan perguruan tinggi. Upaya tersebut dilakukan karena antusiasme peserta didik terhadap seni budaya dinilai masih cukup tinggi apabila disajikan dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter generasi saat ini.
"Ternyata saya masuk ke ranah-ranah mereka itu sangat antusias. Gimana kitanya menyuguhkannya. Jangan pemikiran ortodok dulu, sekarang yang penting generasi sekarang suka dulu," ujarnya.
Ia menilai pelestarian budaya harus dilakukan dengan cara yang kreatif dan tidak terpaku pada pola lama. Salah satunya melalui kolaborasi antara seni tradisional dengan musik modern agar lebih mudah diterima oleh generasi muda.
Menurut Ki Drajat, pendekatan tersebut bukan berarti menghilangkan nilai budaya yang ada, melainkan menjadi strategi untuk memperkenalkan budaya kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan cara itu, generasi muda dapat mengenal dan mencintai budaya daerahnya secara bertahap.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia, mulai dari budaya Sunda, Jawa, hingga budaya daerah lainnya di seluruh Nusantara. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan bagian dari upaya menyelamatkan identitas bangsa.
"Sangat prihatin, generasi-generasi bangsa kita ini tinggal 20 persen. Selamatkan generasi bangsa, ya Sundanya, ya Jawanya, ya dari Sabang sampai Merauke itu Indonesia," ucapnya.
Ki Drajat berharap seluruh pihak, baik pemerintah, komunitas, media, maupun masyarakat dapat terus bersinergi dalam mendukung pelestarian budaya. Ia menegaskan karya nyata menjadi hal yang paling penting untuk memastikan budaya tetap hidup dan berkembang di masa depan.
"Bukan cerita sekarang, tapi bukti yang akan menjadikan cerita. Itu yang harus terus kita lakukan untuk menyelamatkan seni budaya," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....