HJB ke-544 jadi Momentum Aktivasi Museum Pajajaran

  • 04 Jun 2026 19:27 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Bogor mulai mengaktivasi Museum Pajajaran sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
  • Penataan Museum Pajajaran juga didukung melalui revitalisasi kawasan Prasasti Batutulis yang dilakukan Kementerian Kebudayaan serta berbagai perbaikan aksesibilitas oleh Pemerintah Kota Bogor.

RRI.CO.ID, Bogor – Pemerintah Kota Bogor mulai mengaktivasi Museum Pajajaran sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Peresmian aktivasi dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, Sekretaris Daerah Denny Mulyadi, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, serta mitra strategis, Rabu, 3 Juni 2026.

Dedie Rachim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan Museum Pajajaran, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akademisi, hingga para kolektor yang menyumbangkan berbagai benda bersejarah. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga dan memperkenalkan warisan sejarah serta budaya Sunda kepada masyarakat luas.

“Terima kasih kepada seluruh pendukung, terutama yang sudah menghibahkan, meminjamkan, dan memberikan koleksi artefak maupun benda-benda yang berkaitan dengan Kerajaan Pajajaran,” ujar Dedie Rachim.

Museum Pajajaran saat ini memiliki sekitar 80 koleksi yang terdiri dari pusaka, artefak, alat musik tradisional, hingga buku-buku langka yang berkaitan dengan sejarah Pajajaran dan Pasundan. Sebanyak 33 koleksi di antaranya merupakan kontribusi Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, sementara puluhan koleksi lainnya berasal dari berbagai pihak yang mendukung pelestarian sejarah Bogor.

Selain menghadirkan benda-benda bersejarah, museum juga dilengkapi materi pameran dan alur cerita sejarah yang disusun melalui kerja sama dengan Universitas Padjadjaran. Kehadiran storyline tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman edukatif bagi pengunjung dalam memahami perjalanan sejarah Kerajaan Pajajaran dan perkembangan wilayah Bogor.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Firdaus, mengatakan bahwa proses pengembangan museum akan terus dilakukan dengan menambah koleksi serta meningkatkan tata kelola dan sistem keamanan. Sambil melanjutkan penyempurnaan tersebut, Museum Pajajaran akan dibuka untuk umum satu kali setiap pekan guna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah daerahnya.

Penataan Museum Pajajaran juga didukung melalui revitalisasi kawasan Prasasti Batutulis yang dilakukan Kementerian Kebudayaan serta berbagai perbaikan aksesibilitas oleh Pemerintah Kota Bogor. Dengan aktivasi ini, Museum Pajajaran diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah, pelestarian budaya, sekaligus destinasi wisata yang memperkuat identitas Bogor sebagai kota yang kaya akan warisan sejarah dan budaya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....