Kohati HMI Cabang Bogor Dorong Perempuan Aktif Ambil Peran dalam Politik

  • 03 Jun 2026 05:09 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Keterlibatan perempuan dalam dunia politik dinilai tidak cukup hanya sebatas memenuhi kuota keterwakilan. Perempuan juga perlu didorong untuk aktif mengambil peran dalam proses pengambilan keputusan dan pengawalan demokrasi.

Dalam Dialog Astacita Bogor Pagi Ini edisi Selasa, 2 Juni 2026, Indah Ramadhani dari Kohati HMI Cabang Bogor mengatakan dunia politik merupakan ruang yang menarik sekaligus penting bagi generasi muda, termasuk mahasiswa. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan menjadi sarana pembelajaran politik sebelum terjun langsung ke masyarakat.

Ia menjelaskan, berbagai organisasi di lingkungan kampus telah menerapkan praktik demokrasi melalui pemilihan ketua maupun pengambilan keputusan secara kolektif. Hal tersebut menjadi pengalaman awal bagi mahasiswa untuk memahami proses politik.

“Di dalam dunia kampus pun sebetulnya sudah banyak organisasi-organisasi yang praktiknya mencakup dunia politik. Seperti BEM, himpunan, dan organisasi lainnya yang juga memiliki proses pemilihan,” kata Indah.

Menurutnya, Kohati HMI turut berupaya meningkatkan kesadaran perempuan melalui berbagai program kaderisasi. Salah satunya melalui Latihan Khusus Kohati (LKK) yang membahas isu keperempuanan, kepemimpinan, dan peran perempuan dalam kehidupan sosial.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didorong untuk memahami bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi di ruang publik. Berbagai forum diskusi, seminar, dan webinar juga dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis serta mendorong perempuan berani mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Perempuan tidak sesuai dengan stereotip yang mengatakan hanya berkutat pada dapur, kasur, dan sumur. Perempuan juga bisa mengambil peran dan berkontribusi dalam berbagai bidang,” ujarnya.

Indah menilai salah satu tantangan dalam pelaksanaan demokrasi saat ini adalah masih kurangnya sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menggunakan hak pilih secara tepat dan bertanggung jawab. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan literasi politik publik.

Ia mencontohkan, Kohati HMI Cabang Bogor pernah menggelar program “Pilihan Cerdas” pada momentum Pilkada 2024. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya perempuan, mengenai pentingnya menggunakan hak pilih dan menghindari golput.

Menurutnya, integritas dalam penyelenggaraan pemilu juga menjadi aspek yang harus terus dikawal oleh seluruh pihak agar proses demokrasi berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar dipilih berdasarkan aspirasi masyarakat.

Indah juga menyoroti masih minimnya keterlibatan perempuan sebagai pemantau pemilu. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi perempuan untuk mengambil peran yang lebih besar dalam mengawal proses demokrasi.

“Jangan sampai perempuan hanya menjadi pelengkap. Perempuan harus menjadi representatif yang mampu terlibat dalam pengambilan keputusan dan memberikan dampak nyata,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh perempuan untuk tidak hanya berdiskusi mengenai peran perempuan, tetapi juga berani mengambil langkah konkret melalui berbagai bentuk partisipasi di masyarakat. Dengan keterlibatan yang lebih aktif, perempuan diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....