Tanaman Sawit di Kebun Raya Bogor Jadi Warisan Hayati Bersejarah
- 01 Jun 2026 17:47 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Keberadaan kelapa sawit di Kebun Raya Bogor ternyata telah memiliki jejak sejarah panjang sejak ratusan tahun lalu dan kini terus dilestarikan sebagai bagian dari konservasi tumbuhan tropis,
- Melalui pelestarian koleksi sawit yang telah berusia ratusan tahun, Kebun Raya Bogor diharapkan terus menjadi ruang konservasi, penelitian, dan edukasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
RRI.CO.ID, Bogor - Keberadaan kelapa sawit di Kebun Raya Bogor ternyata telah memiliki jejak sejarah panjang sejak ratusan tahun lalu dan kini terus dilestarikan sebagai bagian dari konservasi tumbuhan tropis. Momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dan peringatan HUT ke-209 Kebun Raya Bogor pada 2026 menjadi penguat upaya pelestarian koleksi sawit yang telah menjadi bagian perjalanan botani di Kota Bogor.
Catatan sejarah menunjukkan tanaman kelapa sawit atau Elaeis guineensis mulai hadir di Kebun Raya Bogor sejak tahun 1848 ketika empat bibit didatangkan dari Mauritius dan Belanda pada masa kolonial. Tanaman tersebut kemudian berkembang menjadi bagian penting koleksi ilmiah yang diteliti para ahli botani serta menjadi cikal bakal penyebaran sawit di Indonesia.
Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah DPKI BRIN, Sasa Sofyan Munawar, menegaskan bahwa keberadaan koleksi tumbuhan di Kebun Raya Bogor, termasuk sawit, merupakan bagian dari warisan ilmu pengetahuan dan konservasi yang harus terus dijaga.
“Kebun Raya Bogor bukan sekadar taman botani, tetapi ruang sejarah, pusat ilmu pengetahuan, dan simbol perjalanan panjang konservasi keanekaragaman hayati Indonesia,” ujarnya, Senin, 1 Juni 2026.
Menurutnya, momentum ulang tahun Kebun Raya Bogor dan Hari Jadi Bogor ke-544 menjadi kesempatan memperkuat edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga koleksi tumbuhan bersejarah yang telah hidup lintas generasi. Pelestarian koleksi sawit dipandang tidak hanya memiliki fungsi ilmiah, tetapi juga nilai sejarah yang berkaitan dengan perkembangan botani Indonesia.
Peneliti BRIN, Yuzzami, menyampaikan bahwa penelitian terhadap koleksi sawit di Kebun Raya Bogor terus dilakukan untuk mendukung konservasi ex-situ dan dokumentasi biodiversitas tropis.
“Keberadaan koleksi sawit di Kebun Raya Bogor penting untuk mendukung dokumentasi keanekaragaman hayati sekaligus menjadi bahan pembelajaran dan pengembangan penelitian tumbuhan tropis,” ujar Yuzzami.
Kajian ilmiah terhadap koleksi sawit dilakukan melalui pemantauan spesies, pertumbuhan tanaman, hingga penguatan data koleksi sebagai bagian dari pengelolaan kebun raya modern. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menjaga keberlanjutan tanaman yang telah menjadi bagian sejarah Kota Bogor selama lebih dari satu abad.
Melalui pelestarian koleksi sawit yang telah berusia ratusan tahun, Kebun Raya Bogor diharapkan terus menjadi ruang konservasi, penelitian, dan edukasi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Perayaan HJB ke-544 dan HUT Kebun Raya Bogor ke-209 juga menjadi momentum memperkuat kesadaran publik akan pentingnya menjaga warisan lingkungan dan sejarah kota.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....