DLH Kota Bogor Intensif Edukasi Warga Terkait PSEL

  • 27 Mei 2026 01:15 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Bogor terus mematangkan rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dikembangkan di dua lokasi,
  • pemerintah juga berupaya meminimalkan dampak operasional pengangkutan sampah dengan meningkatkan kualitas sarana angkut agar tidak menyebabkan tumpahan limbah selama perjalanan.

RRI.CO.ID, Bogor - Pemerintah Kota Bogor terus mematangkan rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dikembangkan di dua lokasi, yakni kawasan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor dan TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah modern dengan memanfaatkan timbulan sampah menjadi energi baru berupa listrik dan sejumlah produk hasil daur ulang, Selasa, 26 Mei 2026.

Pengembangan proyek ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang terus meningkat sekaligus memperkuat sistem pengelolaan lingkungan berbasis teknologi. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Bogor menggandeng sejumlah pihak, termasuk kolaborasi dengan Danantara, untuk mendukung kesiapan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern.

Anggota DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima, mengatakan pihak legislatif akan tetap mengawasi pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai rencana dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar.

“Kami akan tetap mengawasi pelaksanaan program energi sampah menjadi listrik ini yang berkolaborasi dengan Danantara agar manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat serta pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek lingkungan,” ujar Safrudin Bima.

Menurut Safrudin, berdasarkan paparan yang diterima, sampah dari Kota Bogor nantinya tidak hanya diolah menjadi energi listrik, tetapi juga menghasilkan sejumlah produk turunan hasil daur ulang yang memiliki nilai guna tambahan. Ia menilai program tersebut dapat menjadi langkah strategis dalam mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah secara lebih produktif.

Meski demikian, Safrudin menegaskan pelaksanaan proyek tetap harus mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat, khususnya warga di sekitar Kayumanis yang menjadi salah satu lokasi pengolahan. Ia menyebut pemerintah perlu memberikan edukasi dan pengetahuan secara terbuka terkait manfaat, potensi risiko, serta langkah mitigasi dampak negatif, termasuk pengelolaan air lindi agar tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Deni Wismanto, menyampaikan upaya edukasi kepada masyarakat Kayumanis hingga saat ini terus dilakukan agar warga mengetahui proses dan dampak program yang akan berlangsung di wilayahnya.

“Saat ini edukasi kepada masyarakat terus berlangsung, terutama agar warga memahami dampak positif program serta mengetahui langkah-langkah pencegahan terhadap potensi dampak lingkungan yang mungkin terjadi,” kata Deni Wismanto.

Selain edukasi, pemerintah juga berupaya meminimalkan dampak operasional pengangkutan sampah dengan meningkatkan kualitas sarana angkut agar tidak menyebabkan tumpahan limbah selama perjalanan. Deni menambahkan peluang kolaborasi dengan berbagai pihak juga terus dibuka sehingga masyarakat tidak hanya memahami manfaat pengolahan sampah berbasis energi, tetapi juga ikut berperan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....