Pedagang Hewan Kurban di Puncak Bogor Keluhkan Sepi Pembeli

  • 24 Mei 2026 19:52 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Penjualan hewan kurban seperti domba dan sapi banyak di keluhkan oleh penjual hewan kurban di Ciawi hingga Cisarua Kabupaten Bogor, Minggu 24 Mei 2026. Para pedagang hewan kurban di Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi mengaku omzet tahun ini menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari angka penjualan hewan kurban mereka belum ada peningkatan yang signifikan. Sebagian pedagang di wilayah itupun akhirnya mengeluhkan penurunan penjualan dibandingkan dari tahun sebelumnya.

Salah seorang pedagang hewan kurban di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Aden, mengatakan selama 10 hari berjualan dirinya baru menjual 13 ekor kambing. Jumlah itu menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar 34 ekor.

“Biasanya kalau sudah mendekati Iduladha seperti sekarang, sehari bisa terjual 8 sampai 11 ekor. Sekarang sehari paling hanya 3 ekor,” ujar Aden, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurut Aden, kondisi tahun ini hampir serupa dengan situasi saat pandemi Covid-19 ketika daya beli masyarakat menurun. Ia menduga faktor ekonomi menjadi penyebab utama berkurangnya pembeli.

“Sekarang mungkin masyarakat lagi susah cari uang, jadi yang berkurban juga tidak sebanyak dulu,” tambah Aden.

Meski Iduladha tinggal dua hari lagi, Aden berharap penjualan hewan kurbannya masih dapat meningkat. Saat ini, stok kambing yang tersedia disebut masih mencapai ratusan ekor.

Harga hewan kurban yang dijual bervariasi, mulai Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenis kambing. Hewan yang dipasarkan berasal dari sejumlah daerah, antara lain kambing lokal Puncak, domba Garut, serta kambing dari Sukabumi dan Cianjur. Aden memastikan seluruh hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....