Pemkot Bogor Ciptakan Tempat Kerja Bebas “Toxic”

  • 23 Mei 2026 11:01 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Upaya membangun budaya kerja sehat dan profesional dilakukan Pemerintah Kota Bogor melalui workshop bertema Mental Sehat di Masa Emas, Creating Toxic-Free Environment at Work
  • Pemerintah Kota Bogor berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya kerja sehat, meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental, dan menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari budaya toxic

RRI.CO.ID, Bogor – Upaya membangun budaya kerja sehat dan profesional dilakukan Pemerintah Kota Bogor melalui workshop bertema Mental Sehat di Masa Emas, Creating Toxic-Free Environment at Work yang digelar di Paviliun BSI, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, sebagai bagian dari penguatan lingkungan kerja sehat di tengah meningkatnya persoalan kesehatan mental pada usia produktif.

Dalam sambutannya, Denny Mulyadi menilai lingkungan kerja yang sehat perlu dibangun melalui budaya saling menghormati, komunikasi profesional, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat. Menurutnya, pola kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik, adil dalam pembagian tugas, serta tidak bersifat otoriter menjadi unsur penting untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif.

“Lingkungan kerja sehat harus dimulai dari budaya saling menghormati, komunikasi yang baik, kepemimpinan yang terbuka, dan pembagian tugas yang adil agar tidak melahirkan tekanan kerja yang tidak sehat,” ujar Denny Mulyadi.

Selain itu, Denny menekankan pentingnya transparansi komunikasi dalam pekerjaan, pencegahan bullying dan pelecehan di lingkungan kerja, serta menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ia juga mendorong aparatur membangun kolaborasi sebagai tim yang saling mendukung dibandingkan menciptakan kompetisi tidak sehat di lingkungan organisasi.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menyampaikan isu kesehatan mental saat ini menjadi perhatian karena prevalensi gangguan emosional di tingkat nasional terus meningkat, terutama pada kelompok usia produktif. Berdasarkan hasil skrining kesehatan aparatur sipil negara di Kota Bogor, sejumlah faktor risiko penyakit tidak menular seperti kurang aktivitas fisik, obesitas, pola makan tidak sehat, hingga gejala gangguan kesehatan jiwa masih ditemukan.

“Hasil skrining menunjukkan masih banyak faktor risiko kesehatan pada aparatur, termasuk pola hidup kurang sehat dan gejala masalah kesehatan jiwa yang perlu menjadi perhatian bersama agar lingkungan kerja tetap sehat dan produktif,” kata Sri Nowo Retno.

Workshop hasil kolaborasi antara RSUD Kota Bogor dan BKPSDM Kota Bogor tersebut diikuti sekretaris perangkat daerah, kepala seksi umum dan kepegawaian, unsur TP PKK, serta Dharma Wanita Persatuan Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya kerja sehat, meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental, dan menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari budaya toxic di lingkungan pemerintahan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....