PUPR Kota Bogor Fokus Tangani Jalan Rusak dan Normalisasi Drainase

  • 22 Mei 2026 13:29 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Tingginya intensitas hujan di Kota Bogor menyebabkan sejumlah ruas jalan dan saluran drainase mengalami kerusakan. Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR terus melakukan penanganan di berbagai titik rawan banjir dan kerusakan infrastruktur.

Dalam Dialog Bogor Pagi Ini edisi Kamis, 21 Mei 2026,Kepala Dinas PUPR Kota Bogor RrRr. Juniarti Estiningsih, menjelaskan infrastruktur di Kota Bogor terbagi menjadi dua kewenangan, yakni infrastruktur perkotaan yang ditangani PUPR dan infrastruktur permukiman yang menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan dan Permukiman.

“Infrastruktur di Kota Bogor terbagi menjadi dua, ada infrastruktur perkotaan yang menjadi kewenangan PUPR dan infrastruktur permukiman yang menjadi kewenangan Disperumkim,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini terdapat 232 ruas jalan berdasarkan peraturan wali kota yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bogor. Curah hujan yang tinggi membuat kondisi jalan dan aspal di sejumlah titik lebih cepat mengalami kerusakan.

“Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kondisi jalan dan aspal sering mengalami kerusakan. Kami menangani 232 ruas jalan berdasarkan perwal,” katanya.

Beberapa titik yang menjadi perhatian di antaranya Jalan Dadali yang kerap mengalami genangan saat hujan deras. Menurutnya, kondisi tersebut dipicu kapasitas gorong-gorong yang terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung debit air dalam jumlah besar.

“Jalan Dadali menjadi perhatian karena kapasitas gorong-gorong terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras,” ucapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PUPR Kota Bogor tahun ini melakukan pelebaran gorong-gorong serta normalisasi drainase agar aliran air lebih lancar. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan solusi lain seperti sodetan sungai dan pembangunan drainase tambahan.

“Kami berupaya melakukan pelebaran gorong-gorong dan normalisasi drainase agar aliran air lebih lancar,” katanya.

PUPR juga menemukan beberapa saluran air tidak berfungsi maksimal karena tertutup bangunan maupun aktivitas di atas drainase. Kondisi tersebut membuat aliran air tersumbat sehingga memicu genangan hingga luapan air ke jalan.

“Ada beberapa saluran air yang tertutup bangunan maupun aktivitas di atas drainase sehingga aliran air tidak maksimal,” ujarnya.

Pemerintah berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase agar risiko banjir dan kerusakan infrastruktur dapat diminimalisir bersama.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....