Sekolah Maung Dibuka, DPRD Minta Prioritas Warga Bogor
- 22 Mei 2026 05:57 WIB
- Bogor
Poin Utama
- DPRD Kota Bogor mendorong agar kuota domisili dalam Program Sekolah Maung diprioritaskan bagi warga Kota Bogor menjelang pembukaan pendaftaran
- DPRD Kota Bogor juga meminta agar pembiayaan tes psikologi tidak menjadi hambatan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
RRI.CO.ID, Bogor – DPRD Kota Bogor mendorong agar kuota domisili dalam Program Sekolah Maung diprioritaskan bagi warga Kota Bogor menjelang pembukaan pendaftaran pada Senin, 25 Mei 2026. Program pendidikan tersebut akan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kota Bogor dan SMK Negeri 3 Kota Bogor sebagai bagian dari penguatan akses pendidikan bagi siswa berprestasi.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, menyampaikan DPRD telah melakukan rapat kerja bersama Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah II Jawa Barat guna memastikan kesiapan teknis pelaksanaan program. Menurutnya, pembahasan tersebut mencakup petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, hingga kriteria seleksi bagi calon peserta didik.
"Terdapat empat jalur penerimaan dalam Sekolah Maung, yakni potensi akademik, prestasi akademik, akademik berbasis sertifikat, dan non-akademik. Setiap jalur memiliki komposisi penilaian berbeda yang menggabungkan nilai rapor, Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta capaian sertifikat sesuai bidang yang dipilih" ujarnya.
Pendaftaran Program Sekolah Maung dijadwalkan berlangsung pada 25, 26, 28, dan 29 Mei 2026, sedangkan pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 8 Juni 2026. DPRD Kota Bogor menilai kesiapan sistem perlu diperhatikan karena peserta yang belum lolos masih memiliki waktu sangat terbatas untuk mengikuti pendaftaran sekolah reguler.
Selain kesiapan teknis, DPRD Kota Bogor juga menyoroti skema domisili dan peluang kerja sama dengan sekolah swasta pendamping yang hingga kini masih menunggu kejelasan mekanisme. Menurut Fajar Muhammad Nur, kuota domisili diharapkan dapat memberi prioritas kepada warga Kota Bogor mengingat keterbatasan jumlah sekolah menengah atas negeri di wilayah tersebut.
"Pada tingkat sekolah kejuruan, SMK Negeri 3 Kota Bogor membuka sejumlah kompetensi keahlian seperti kuliner, busana, tata kecantikan, perhotelan, dan teknik komputer jaringan. Seleksi di sekolah tersebut dilakukan berdasarkan nilai rapor dengan bobot penilaian yang disesuaikan dengan jurusan pilihan calon peserta didik," tandasnya.
DPRD Kota Bogor juga meminta agar pembiayaan tes psikologi tidak menjadi hambatan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Melalui Program Sekolah Maung, diharapkan siswa Kota Bogor memperoleh kesempatan pendidikan berkualitas dengan dukungan sistem seleksi yang adil, terukur, dan tetap mempertimbangkan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....