Kota Bogor Ikut Penutupan Hari Tatar Sunda di Bandung

  • 18 Mei 2026 12:42 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Drama kolosal bertajuk “Pajajaran Gugat” menutup rangkaian Hari Tatar Sunda dengan menghadirkan pertunjukan seni budaya Sunda di halaman Gedung Sate, Kota Bandung,
  • Dari Kota Bogor, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, hadir bersama sejumlah camat, lurah, dan perwakilan organisasi perangkat daerah dalam kegiatan tersebut.

RRI.CO.ID, Bogor - Drama kolosal bertajuk “Pajajaran Gugat” menutup rangkaian Hari Tatar Sunda dengan menghadirkan pertunjukan seni budaya Sunda di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu, 17 Mei 2026. Pementasan tersebut menyedot perhatian tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan kisah kejayaan Pajajaran melalui teatrikal budaya.

Dari Kota Bogor, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, hadir bersama sejumlah camat, lurah, dan perwakilan organisasi perangkat daerah dalam kegiatan tersebut. Kehadiran rombongan Pemerintah Kota Bogor menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian budaya Sunda di tingkat regional.

Selama lebih dari empat jam, pertunjukan yang disutradarai oleh Sudjiwo Tejo itu menyajikan kisah kehidupan masa Pajajaran melalui perpaduan seni pertunjukan, musik tradisional, dan unsur kebudayaan Sunda. Penampilan teatrikal tersebut disambut antusias penonton yang memenuhi area pertunjukan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan drama kolosal itu membawa pesan tentang semangat membangun peradaban baru yang tetap berpijak pada akar budaya Sunda.

“Menggambarkan hubungan harmonis antara jagat besar dan jagat alit, kesatuan manusia dengan alam semesta. Dalam pandangan Sunda, manusia tidak diajarkan untuk hidup berlebihan maupun eksploitatif terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurut Dedi, nilai kesundaan tidak sekadar diwujudkan melalui pertunjukan seni, tetapi juga perlu tercermin dalam cara hidup dan kebijakan pembangunan. Ia menilai warisan budaya masa lalu harus menjadi pijakan untuk membentuk masa depan yang lebih selaras dengan alam dan kehidupan sosial masyarakat.

Dedi juga menegaskan setiap kebijakan pemerintahan sebaiknya tidak dilepaskan dari sejarah dan karakter wilayah yang dimiliki masyarakat Sunda.

“Sunda bukan watak etnis atau geografis. Sunda merupakan watak ideologis, filosofis, historis, dan sosiologis,” katanya.

Penutupan Hari Tatar Sunda melalui drama “Pajajaran Gugat” menjadi penegasan pentingnya menjaga budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Jawa Barat. Pemerintah daerah berharap semangat pelestarian seni dan nilai budaya dapat terus hidup di tengah perkembangan zaman.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....